Rupiah Melemah ke Rp17.547 per Dolar AS Sore Ini
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.547 per dolar AS pada perdagangan Kamis (10/9) sore. Mata uang Garuda melemah 36 poin atau 0,21 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah berlangsung di tengah pergerakan bervariasi mata uang Asia terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,01 persen dan dolar Hong Kong naik 0,01 persen.
Sementara itu, peso Filipina melemah 0,05 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,09 persen, dolar Singapura melemah 0,03 persen, yen Jepang turun 0,02 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,13 persen.
Di sisi lain, mata uang negara maju juga bergerak bervariasi. Poundsterling Inggris menguat 0,05 persen, euro Eropa naik 0,03 persen, dolar Kanada menguat 0,01 persen, dan franc Swiss naik 0,01 persen.
Sedangkan dolar Australia terkoreksi 0,07 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah dan mayoritas mata uang Asia cenderung tertekan terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.
"Rupiah dan mayoritas mata uang Asia umumnya melemah terhadap dolar AS, di tengah kekhawatiran atas eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Menurut Lukman, rupiah juga tertekan aksi ambil untung atau profit taking. Namun, penguatan penjualan ritel pada Juli setelah mengalami kontraksi selama dua bulan berturut-turut turut menahan pelemahan rupiah.
"Rupiah juga tertekan oleh aksi profit taking, meski penjualan ritel bulan Juli berhasil rebound setelah mengalami kontraksi selama dua bulan berturut-turut, sedikit banyak membantu menahan pelemahan yang lebih besar," ujar Lukman.
(lau/sfr)