Bulog-TNI Percepat Distribusi Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Warga

Bulog | CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 13:28 WIB
ZFoto: Arsip Bulog
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempercepat sekaligus memperluas penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah kepada 33,2 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pangan berupa beras segera diterima masyarakat yang membutuhkan. Penguatan kerja sama ini juga menjadi bagian dari sinergi Bulog dan TNI menjelang peringatan HUT ke-81 TNI.

Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi di Markas Besar TNI, Cilangkap, Kamis (10/9).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi Bulog dengan jajaran TNI dalam mendukung percepatan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada masyarakat.

"Bulog siap bergerak lebih cepat dan lebih masif. Kami melihat sinergi dengan TNI sangat penting untuk memastikan Bantuan Pangan Pemerintah dapat segera diterima masyarakat di seluruh wilayah, termasuk wilayah yang membutuhkan dukungan distribusi lebih kuat," ujar Ahmad Rizal.

Menurut Ahmad Rizal, dukungan jajaran TNI di berbagai daerah akan memperkuat efektivitas penyaluran bantuan, terutama untuk memastikan distribusi berjalan lancar hingga sampai ke tangan penerima manfaat.

"Karena itu, koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat. Bulog tidak bisa bekerja sendiri dan TNI merupakan salah satu mitra strategis dalam memperluas jangkauan penyaluran," lanjutnya.

Percepatan penyaluran Bantuan Pangan tersebut sejalan dengan dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap hasil Rapat Koordinasi Terbatas terkait pangan. Kebijakan itu disiapkan untuk menghadapi potensi El Nino sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2027.

Presiden Prabowo memberikan dukungan terhadap penambahan Bantuan Pangan untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Total bantuan yang disiapkan mencapai 1 juta ton beras untuk 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP), yang mencakup kelompok Desil 1 hingga Desil 4.

Pemerintah juga menyetujui tambahan Beras SPHP sebanyak 1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode September 2026 hingga Maret 2027.

Selain beras, penguatan stabilisasi pangan dilakukan melalui penambahan Jagung SPHP sebanyak 150 ribu ton. Komoditas tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan peternak mikro, baik peternak ayam pedaging maupun ayam petelur.

Di sisi lain, pemerintah mendorong hilirisasi beras dengan memanfaatkan sekitar 380 ribu ton beras yang memiliki usia simpan lebih dari 10 bulan atau mengalami penurunan mutu. Beras tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung beras untuk mendukung kebutuhan industri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nasional.

Ahmad Rizal menegaskan berbagai kebijakan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, terutama bagi kelompok yang membutuhkan dukungan.

"Kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah kepada masyarakat. Tugas Bulog adalah memastikan seluruh penugasan tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

"Karena itu, kami akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar distribusi berjalan cepat, masif, tertib, dan tepat sasaran," tegasnya.

Momentum menjelang HUT ke-81 TNI juga dinilai menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung program pemerintah. Bulog bersama TNI akan meningkatkan koordinasi dari tingkat pusat hingga daerah agar penyaluran Bantuan Pangan berjalan optimal.

"Semangatnya adalah bagaimana negara hadir dan masyarakat merasakan langsung manfaat dari program ini. Dengan sinergi Bulog dan TNI, kami optimistis penyaluran dapat segera menjangkau masyarakat dengan waktu yang lebih cepat," pungkas Dirut Bulog.

Melalui penguatan sinergi tersebut, Bulog berkomitmen menjaga kelancaran penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah sekaligus mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

(ory/ory)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK