Menkop Kejar Manajer Kopdes Ditempatkan Paling Lambat 25 September
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menargetkan penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dilakukan paling lambat 25 September mendatang.
Hal tersebut disampaikan Ferry dalam rapat koordinasi bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN serta PT Agrinas Pangan Nusantara.
Ferry menjelaskan penempatan itu akan diserahkan kepada pihak Agrinas setelah seluruh rangkaian proses verifikasi dan evaluasi rampung.
"Kita bisa asumsinya itu sudah ada selesai verifikasi, validasi. Setelah itu selesai dievaluasi secara paralel dengan BPKP kemudian dilaksanakan berita acara serah terima. Asumsi per tanggal 25 September sebenarnya proses penempatan atau deploy ini bisa dilakukan oleh PT Agrinas (Pangan)," ujar Ferry dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya @ferry.juliantono, Rabu (16/9).
Selain itu, ia mengatakan rapat itu pun membahas besaran gaji serta tunjangan manajer Kopdes Merah Putih.
"Dalam rapat ini, kita juga perlu segera memutuskan rencana penempatan manager, termasuk besaran gaji, tunjangan, dan hal-hal terkait lainnya. Kita ingin memastikan seluruh proses berjalan tepat waktu agar operasionalisasi KDKMP dapat segera dilaksanakan dengan baik," tambahnya.
Kemudian, Kepala BP BUMN Dony Oskaria meminta agar proses penempatan manajer Kopdes Merah Putih tidak berlarut-larut dan sesuai dengan mekanisme yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres).
Menurut Dony, pihak Agrinas telah memetakan secara presisi koperasi-koperasi mana saja yang sudah siap beroperasi di lapangan.
"Saya tidak mau berlarut-larut prosesnya untuk segera dituntaskan sesuai dengan mekanisme di Inpers yang sudah dibuat. Nah ini kan harus nanti penentuan orang dan lain sebagainya diserahkan kepada Agrinas Pangan yang sudah mengetahui di mana posisi koperasi yang siap beroperasi," tambahnya.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota sebelumnya mendesak Kementerian Koperasi dan BP BUMN segera menempatkan ribuan manajer untuk Kopdes Merah Putih yang telah mengikuti pelatihan.
Joao mempertanyakan kendala birokrasi yang dianggap lamban dalam mengeksekusi program strategis tersebut.
Meski kewenangan penempatan manajer Kopdes Merah Putih sepenuhnya berada di tangan instansi terkait, ia menyebut pihaknya siap menampung 13 ribu hingga 15 ribu manajer untuk langsung diterjunkan ke setiap koperasi yang telah siap beroperasi.
"Ini kan manajer-manajer ini juga menjadi akhirnya kan menjadi ramai gitu. Apa sih susahnya gitu? Apa kendalanya gitu? Udah kalau enggak ini kasih aja ke Agrinas, kasih nama-namanya, kasih kontaknya, kami kirim email, kami kirim ini, gampang, enggak perlu ada biaya-biaya gitu," ujar Joao melalui unggahan Instagram pribadinya @bung.joaomota, Senin (14/9).
Joao pun menyinggung kebiasaan birokrasi yang selalu beralasan butuh anggaran sebelum mulai bekerja.
Menurutnya, persoalan penempatan manajer ini seharusnya bisa dikerjakan dengan inisiatif serta kreativitas dari pihak terkait tanpa harus menunggu kucuran anggaran terlebih dahulu.
"Kok sedikit-sedikit kerja itu harus selalu harus ada uang dulu baru kerja. Seolah-olah kayaknya tidak ada inisiatif, tidak ada kreativitas dalam bekerja gitu. Ini kerja model apa ini? Ini hanya menghambat saja gitu," tegasnya.
Joao juga menyayangkan sikap instansi terkait yang terkesan melempar tanggung jawab persoalan teknis langsung ke Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai penempatan orang di lapangan merupakan hal teknis sederhana yang tidak sepatutnya berlarut-larut.
"Ini suatu program besar yang harus segera berjalan dan harusnya semua pihak mendukung. Ini semua kok sepertinya sedikit-sedikit harus dilempar ke Pak Presiden. Apa sih ini kendalanya gitu? Masalahnya cuman hanya menempatkan orang kok susah sekali gitu, kayak saya ndak habis pikir gitu," ungkap Joao.
(fln/sfr)