The Fed Kerek Suku Bunga, Wamenkeu Juda Beber Dampak ke Surat Utang RI

CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 19:57 WIB
Wamenkeu Juda Agung menanggapi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps terhadap obligasi global Indonesia beberapa waktu ke depan. (FOTO:CNBC Indonesia/Muhammad Sabki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung buka suara soal kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) yang kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4,00 persen.

Juda menanggapi potensi dampak pada obligasi berdenominasi mata uang asing atau global bond yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia.

Ia meyakini kebijakan The Fed terhadap global bond RI akan membuat adanya repricing, tetapi masih berada dalam batas yang wajar.

"Ya ini saya kira itu tentu saja ada repricing ya, tapi saya kira kita masih dalam level yang wajar lah," ujarnya ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9).

Ia mengatakan Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi Yuan China (Panda Bond) juga akan tetap diterbitkan.

"Panda bond tetap," ujar mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut.

Kenaikan suku bunga acuan The Fed kali ini merupakan yang pertama sejak 2023. The Fed juga mengisyaratkan masih ada peluang satu kali kenaikan suku bunga lagi hingga akhir tahun.

The Fed menegaskan kenaikan in merupakan bagian dari upaya menekan inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak dan sejumlah faktor lainnya.

Dikutip AFP, keputusan kenaikan suku bunga ini diambil dengan suara bulat 12-0 oleh anggota FOMC.

"Inflasi masih berada di level tinggi. Kebijakan yang diambil hari ini diharapkan dapat mendukung kembalinya inflasi ke target The Fed sebesar 2 persen secara lebih cepat," tulis The Fed dalam rilis resminya.

(dhz/ins)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK