Pakar Asing Puji Transformasi Danantara: Instrumen Pembangunan
Profesor Hubungan Internasional Webster University Rovshan Ibrahimov menyoroti restrukturisasi BUMN dan pembentukan Danantara Indonesia.
Dalam analisis yang dimuat The Telegraph, Ibrahimov menilai restrukturisasi BUMN bisa menjadi langkah besar karena menyasar struktur yang telah berkembang selama puluhan tahun.
"Untuk mencabut struktur yang telah berakar kuat, diperlukan tangan yang cukup tegas," kata Ibrahimov seperti dikutip The Telegraph, Jumat (18/9).
Ia mencatat pemetaan terhadap BUMN menemukan 1.074 entitas, jauh di atas perkiraan awal sekitar 300-400 entitas. Hingga Agustus 2026, Danantara disebut telah menghapus 290 entitas melalui merger, likuidasi, dan divestasi.
Menurutnya, Danantara menjadi instrumen penting bagi pembangunan di Indonesia karena tidak hanya mengelola aset negara untuk kepentingan investasi, tetapi juga diarahkan mendukung prioritas pembangunan, termasuk hilirisasi dan penciptaan lapangan kerja.
Meski demikian, Ibrahimov juga menyoroti besarnya kewenangan Danantara serta pertanggungjawabannya kepada Presiden.
(asa)