Haji Isam Caplok Saham Bayan, Porsi Low Tuck Kwong Tinggal Berapa?

CNN Indonesia
Jumat, 18 Sep 2026 14:13 WIB
Rencana pengalihan 10 miliar saham PT Bayan Resources Tbk kepada PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam bakal mengubah komposisi pemegang saham perusahaan. (www.bayan.com).
Jakarta, CNN Indonesia --

Rencana pengalihan 10 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kepada PT Jhonlin Baratama milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam bakal mengubah komposisi pemegang saham perusahaan tambang batu bara tersebut.

Berdasarkan data kepemilikan saham Bayan per 31 Maret 2026, sebanyak 33.333.335.000 saham telah diterbitkan.

Dari jumlah tersebut, Low Tuck Kwong menguasai 13.406.921.870 saham atau sekitar 40,25 persen, sedangkan putrinya, Elaine Low, memiliki 7.333.833.700 saham atau sekitar 22 persen.

Keduanya secara gabungan menguasai sekitar 62,25 persen saham BYAN. Sementara itu, PT Sumber Suryadaya Prima tercatat memiliki 3.333.380.000 saham atau 10 persen.

Adapun sekitar 21,29 persen tercatat sebagai kepemilikan masyarakat nonwarkat, di luar sejumlah kepemilikan saham oleh jajaran direksi.

Dengan rencana pengalihan sebanyak 10.000.000.500 saham, jumlah tersebut setara sekitar 30 persen dari total saham BYAN.

Artinya, jika transaksi tersebut selesai, porsi saham yang tidak dialihkan dalam komposisi kepemilikan saat ini secara matematis berada di sekitar 70 persen.

Lantas, berapa sisa saham Low Tuck Kwong setelah transaksi dengan Haji Isam?

Jawabannya belum bisa ditentukan secara pasti. Pasalnya, keterbukaan informasi Bayan menyebut perjanjian jual beli saham tersebut ditandatangani oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan PT Jhonlin Baratama dan mencakup pengalihan 10.000.000.500 saham, tetapi tidak merinci berapa bagian saham yang berasal dari kepemilikan Low dan berapa dari Elaine.

Apabila 10 miliar saham tersebut dihitung sebagai pengurangan dari kepemilikan gabungan Low Tuck Kwong dan Elaine Low, maka dari total sekitar 62,25 persen kepemilikan mereka akan tersisa sekitar 32,25 persen.

Namun, angka tersebut merupakan kepemilikan gabungan, bukan sisa saham Low Tuck Kwong secara individual. Untuk mengetahui persis berapa saham Low yang tersisa, diperlukan rincian alokasi 10 miliar saham yang dialihkan antara Low dan Elaine.

Jika sebagai ilustrasi seluruh 10 miliar saham itu berasal dari kepemilikan Low Tuck Kwong saja, saham Low akan tersisa sekitar 3,41 miliar saham atau 10,22 persen.

Siapa pemilik 70 persen sisanya?

Secara matematis, jika Haji Isam merealisasikan akuisisi 30 persen saham, maka tersisa sekitar 23,33 miliar saham atau 70 persen yang berada pada pemegang saham lainnya.

Mengacu pada struktur kepemilikan per 31 Maret 2026, kelompok pemegang saham tersebut terdiri dari Low Tuck Kwong, Elaine Low, PT Sumber Suryadaya Prima, masyarakat, serta sejumlah anggota direksi.

Komposisinya sebelum transaksi adalah sebagai berikut:

Low Tuck Kwong: 13.406.921.870 saham atau 40,25 persen

Elaine Low: 7.333.833.700 saham atau sekitar 22 persen

PT Sumber Suryadaya Prima: 3.333.380.000 saham atau 10 persen

Masyarakat nonwarkat: 7.095.707.130 saham atau 21,287 persen

Kepemilikan direksi lainnya: terdiri atas beberapa nama dengan total porsi sekitar 6,46 persen, termasuk kepemilikan Low Tuck Kwong dalam kapasitas sebagai direksi.

Dengan demikian, 30 persen saham yang direncanakan dialihkan kepada Haji Isam bukan berarti seluruh sisa 70 persen otomatis menjadi milik satu atau dua pihak tertentu.

Porsi tersebut tetap terbagi di antara pemegang saham lain sesuai jumlah saham yang mereka miliki.

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK