Prabowo Minta Negara-negara Afrika Digaet Demi Perluas Pasar Ekspor RI
Presiden Prabowo Subianto meminta anak buahnya di Kabinet Merah Putih menggaet negara-negara di benua Afrika demi memperluas jangkauan pasar ekspor Indonesia.
Permintaan itu diungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
"Bapak Presiden kemarin menyatakan bahwa tahap berikutnya kita akan terus menyambangi negara-negara Afrika," ujarnya dalam acara Antara Business Forum 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (23/9).
Menurut Airlangga, pasar domestik Indonesia saat ini sudah menjadi perhatian berbagai negara dunia.
Hal itu dikarenakan Indonesia sudah menjadi bagian dari negara dengan pendapatan menengah atas.
"Dalam 20 tahun ke depan GDP (Pendapatan Domestik Bruto) Indonesia juga akan meningkat, bahkan diperkirakan bisa masuk dalam ekonomi terbesar nomor tujuh di dunia," ujar Airlangga.
Di kalangan benua Afrika, Airlangga menyebut produk Indonesia sudah ada yang dikenal karena investasi yang dilakukan perusahaan RI di sana.
Ia mencontohkan beberapa perusahaan yang berinvestasi di Nigeria seperti Indofood dan Mayora yang bergerak di sektor Fast Moving Consumer Group (FCMG).
"Negara-negara Afrika ada beberapa yang sudah bergerak ke arah yang lebih maju, salah satunya Nigeria," ujar Airlangga.
Ia mengungkap Prabowo menginginkan agar Indonesia bisa menggaet pasar di negara-negara yang sebelumnya sudah didatangi China.
"Ini tentunya menjadi perhatian sendiri agar kita tidak hanya berkecimpung di pasar yang sudah kita kenal, tetapi kita membuka pasar-pasar baru yang selama ini hanya disamperi oleh negara China. Kita akan terus dorong ke sana," ujar Airlangga.
Airlangga meyakini ekspansi ke pasar baru ke benua Afrika dapat berjalan lancar karena Indonesia mulai dikenal di ranah global sebagai "medium power country" dengan kebijakan politik luar negeri yang dinilai cukup diperhatikan oleh berbagai negara.
Terlebih, kata dia, Indonesia kini sudah bekerjasama baik dengan sejumlah negara dunia dan kawasan.
Ada perjanjian dagang dengan Rusia dan Eurasia yang keduanya sudah ditandatangani dan telah masuk proses ratifikasi.
"Kemudian kita juga punya dengan Eropa sedang dalam proses dan dengan Amerika juga sedang dalam proses. Jadi kita adalah negara yang diterima di semua negara," ujar Airlangga.
(dhz/sfr)