IHSG Melorot 1 Persen ke Level 6.081 Pagi Ini, 437 Saham Meradang

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 09:39 WIB
IHSG mencatat sebanyak 437 saham terkoreksi, 134 menguat, dan 142 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.717,854 triliun. (FOTO:ANTARA/ASPRILLA DWI ADHA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (29/9), sehari setelah penerapan batas harga terendah saham menjadi Rp1 di pasar reguler dan pasar tunai.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.05 WIB, indeks saham turun 66,65 poin atau 1,08 persen ke level 6.081. IHSG dibuka melemah di 6.118 dengan level tertinggi 6.126 dan terendah di 6.080.

Pada pembukaan, sebanyak 437 saham terkoreksi, 134 menguat, dan 142 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.717,854 triliun.

Volume perdagangan mencapai 4,14 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,32 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 142.688 kali.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat IHSG masih rawan melanjutkan tren penurunan dalam jangka pendek, dengan tekanan koreksi yang diperkirakan belum berakhir.

"Kami memperkirakan downtrend IHSG masih membentuk bagian wave a dari wave (x) pada label hitam, sehingga indeks masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area 6.088-6.111," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.041, 5.984 dan resistance 6.297, 6.419 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AADI, BRPT, PSAB, dan PTRO.

Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks saham masih berisiko melanjutkan pelemahan setelah menembus level support 6.159 pada perdagangan kemarin.

"Penembusan di bawah 6.159 membuka peluang IHSG melanjutkan penurunan menuju area 6.015-6.029. Probabilitas skenario biru akan meningkat apabila tekanan jual membawa IHSG turun di bawah 6.015," ujar Ivan.

Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 6.015, 5.850, dan 5.607 dan resistance 6.258, 6.423, 6.552, dan 6.712 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni BMRI, INCO, INDF, dan PGEO.

Kendati demikian, Bursa Efek Indonesia (BEI) membantah penerapan batas harga terendah saham menjadi Rp1 di pasar reguler dan pasar tunai menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan penghapusan batas harga saham minimum Rp50 tidak memberikan tekanan berarti terhadap pergerakan indeks saham.

Jeffrey menyampaikan bahwa respons pasar saat ketetapan itu diberlakukan terpantau positif dan seluruh proses perdagangan berjalan dengan baik.

"Tentu bobot dari saham-saham yang sudah lama di harga Rp50 itu bobotnya terhadap IHSG juga tidak besar, ya. Jadi tidak semata-mata karena faktor penurunan di bawah harga Rp50 yang memberikan pressure kepada IHSG," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (29/9).

Menurutnya, pergerakan saham-saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50 merupakan bagian dari fase penyesuaian nilai wajar (fair value).

Jeffrey menyebut banyak dari saham tersebut telah tertidur selama bertahun-tahun tanpa transaksi sehingga saat ini tengah mencari titik keseimbangan baru melalui mekanisme auto rejection.

"Artinya memang kesepakatan dari pelaku, dari investor, mungkin memang fair value-nya tidak di Rp50. Dan saat ini sedang mencari fair value-nya. Tentu membutuhkan waktu karena ada proses auto rejection di situ sampai nanti menemukan titik fair value-nya," tuturnya.

Kemudian, ia menerangkan terdapat 26 saham harga Rp50 dengan total bobot pada IHSG sebesar 1,91 persen per 25 September 2026.

Dengan demikian, saham tersebut mengalami penurunan antara 8 persen hingga 14 persen yang berkontribusi terhadap penurunan IHSG sekitar 0,27 persen atau minus 16,707 poin, pada Senin (28/9).

"Terdapat 26 saham dengan harga Rp50 dengan total bobot pada IHSG sebesar 1,91 persen per 25 Sep 2026. Saham tersebut mengalami penurunan antara 8 persen sampai 14 persen pada 28 Sep 2026 yang berkontribusi terhadap penurunan sekitar 0,27 persen atau minus 16,707 poin," jelas Jeffrey dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9).

(fln/ins)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK