Beras Premium 5 Kg Masih Langka, Stok di Ritel Bekasi Kosong 2 Bulan

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 12:58 WIB
Kelangkaan beras premium 5 kg terjadi di minimarket Bekasi selama dua bulan. Stok kosong dan harga diperkirakan naik saat tersedia kembali. (FOTO:CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani).
Bekasi, CNN Indonesia --

Beras premium kemasan 5 kilogram (kg) masih langka di sejumlah minimarket di Bekasi, Jawa Barat selama kurang lebih dua bulan.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di salah satu Alfamart di Jatiasih, Bekasi, stok seluruh merek beras premium 5 kg tidak ada sama sekali. Salah seorang pegawainya, Mulyana menyampaikan stok beras 5 kg telah kosong sekitar dua bulan.

"Iya, beras udah kosong lama. Sudah 2 bulanan mungkin ya. Banyak juga yang nanyain sih, kok belum restock-restock gitu," ujar Mulyana saat ditemui langsung, Selasa (29/9).

Sementara itu, ketika ditanya penyebab stok beras kosong, ia mengaku tidak mengetahui alasan pastinya.

"Kurang tau juga ya kenapanya, dari sananya (pusat distribusi) pun emang kosong, belum ada kiriman mas," ungkap Mulyana kepada CNNIndonesia.com.

Ia juga menjelaskan apabila stok beras kembali masuk, harga yang diperjualkan akan mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 hingga Rp10 ribu.

"Mungkin kalau harganya lagi naik ya mas, kayak yang biasa dijual Rp75 ribu naik jadi Rp80 ribu, atau bahkan bisa jadi Rp85 ribu," tutur Mulyana.

Melansir Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga rata-rata nasional beras premium adalah Rp15.680 per kg atau naik 5,23 persen di atas HET pada Selasa (29/9). HET yang ditentukan pemerintah adalah Rp14.900 per kg atau Rp74.500 per 5kg.

Hal serupa juga terjadi di Indomaret daerah yang sama. Bahkan, rak yang diletakkan dekat kasir dan biasa terisi penuh berbagai merek beras tampak kosong.

"Walah, iya mas beras premiumnya pada kosong. Semua merek bener-bener enggak ada stoknya. Udah sebulan lebih mungkin ya," ungkap Ayu.

Kendati demikian, ia tidak dapat menginfokan potensi kenaikan harga beras premium 5 kg bakal jika stok kembali tersedia.

"Kalau harga naik atau enggak nanti, enggak tahu ya mas kan barangnya enggak ada jadi apa yang mau di-update juga di raknya," pungkasnya.

Di sisi lain, CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi pihak manajemen Alfamart dan Indomaret terkait kelangkaan pasokan beras premium 5kg, namun belum mendapatkan respons.

Lain halnya dengan Indomaret dan Alfamart,  di ritel lebih besar seperti Superindo Jatibening, Bekasi tampak beras premium ukuran 5 kg dengan pilihan merek dan jumlah yang terbatas, yakni 15 karung. Sedangkan untuk stok ukuran 10 kg dan 20 kg hanya tersedia satu merek dengan jumlah pasokan banyak.

Pegawai ritel Superindo, Masni mengatakan sebagian besar stok beras premium 5 kg tidak tersedia lantaran ditarik pemerintah terkait klaim fortifikasi yang tidak benar.

"Iya mas, sisa satu merek aja yang bungkus oranye itu buat yang 5 kg. Kalau merek-merek lain sih kosong karena ditarik pemerintah ya. Katanya soal fortifikasi gitu," tutur Masni.

Kendati demikian, ia memastikan untuk harga beras premium 5 kg yang diperdagangkan tidak mengalami kenaikan.

"Gak mas, Gak ada kenaikan (harga), masih sesuai HET yang ditentukan," imbuhnya.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap 12 dari 25 merek beras fortifikasi yang diduga bermasalah telah ditarik dari peredaran.

Sementara itu, merek lainnya masih dalam proses penarikan setelah pemerintah menemukan ketidaksesuaian antara kandungan produk dan klaim pada label kemasan.

Kepala Bapanas merangkap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan seluruh produsen beras fortifikasi diminta menghentikan praktik manipulasi dan memastikan produk yang dijual sesuai dengan izin edar serta klaim kandungan gizi pada kemasan.

"Tidak boleh. Tidak ada kata lain, kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat. Sekarang beras fortifikasi, dia melakukan manipulasi, ditindak tegas, dihukum seberat-beratnya," ujar Amran dalam keterangan resmi, Jumat (18/9).

Temuan tersebut mencakup 25 merek beras fortifikasi yang dimiliki 11 pelaku usaha. Bapanas menyebut seluruh pelaku usaha telah mendapatkan surat peringatan dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) dalam koordinasi Bapanas.

Hingga pekan pertama September 2026, seluruh merek beras fortifikasi yang masuk dalam temuan disebut telah menghentikan produksinya. Dari jumlah tersebut, 12 merek telah menarik stok dari tempat peredaran, sedangkan merek lainnya masih menjalani proses penarikan.

(fln/ins)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Pembelian Beras Premium Dibatasi?

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK