Profil Sarmuji, Sekjen Golkar yang Kini Jadi Menperin
Muhammad Sarmuji resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai menteri perindustrian (menperin) menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Pelantikan Sarmuji menjadi bagian dari perubahan susunan Kabinet Merah Putih.
Sarmuji sebelumnya dikenal sebagai politikus Partai Golkar dan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar periode 2024-2029. Ia juga merupakan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI periode 2024-2029.
Lantas, siapa Muhammad Sarmuji dan bagaimana kiprahnya?
Sarmuji lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 10 Juni 1974.
Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Surabaya sebelum melanjutkan kuliah di Universitas Jember pada 1992. Sarmuji mengambil Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, dan lulus pada 2000.
Sarmuji kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dan meraih gelar master bidang administrasi bisnis pada 2006.
Kiprah politik Sarmuji dimulai sejak aktif dalam organisasi mahasiswa. Ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan pernah menjadi Ketua Umum HMI Cabang Jember pada 1998-2000. Kariernya di HMI berlanjut hingga Pengurus Besar HMI, dengan posisi terakhir sebagai Ketua Bidang PPN.
Setelah itu, Sarmuji aktif di sejumlah organisasi kepemudaan. Ia pernah menjadi Ketua Koperasi Mahasiswa Universitas Jember, Wakil Sekretaris Jenderal DPP AMPI, Ketua KNPI, serta Sekretaris Jenderal PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).
Di Partai Golkar, Sarmuji juga pernah menjadi koordinator Staf Ahli Fraksi Partai Golkar di DPR RI sebelum masuk parlemen.
Pada Pemilu 2014, Sarmuji terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VI. Dapil tersebut meliputi Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Tulungagung. Saat itu, ia memperoleh 57.586 suara.
Di DPR, Sarmuji awalnya ditempatkan di Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN, dan standardisasi nasional. Pada April 2015, ia dipindahkan ke Komisi IX yang membidangi tenaga kerja, kependudukan, dan kesehatan.
Dalam rotasi berikutnya, Sarmuji ditugaskan di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan. Ia juga pernah dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI pada 2018.
Dalam posisi tersebut, Sarmuji terlibat dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan yang kemudian disahkan menjadi undang-undang. RUU tersebut disusun untuk menggantikan UU Nomor 1 Tahun 1962 tentang Karantina Laut dan UU Nomor 2 Tahun 1962 tentang Karantina Udara.
Sarmuji kembali terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2019 dari dapil Jawa Timur VI dengan perolehan 137.110 suara. Pada periode berikutnya, ia dipercaya sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI.
Karier Sarmuji di internal Golkar juga terus berlanjut. Ia pernah memimpin DPD Partai Golkar Jawa Timur sebelum dipercaya menjadi Sekjen DPP Partai Golkar periode 2024-2029.
Di luar aktivitas politik dan parlemen, Sarmuji tercatat sebagai Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Jember.