Mendag Pertimbangkan Subsidi Imbas Harga Kedelai Naik

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 12:38 WIB
Mendag Budi Santoso menanggapi kenaikan harga kedelai, hingga berencana memberikan subsidi untuk meringankan beban perajin tahu dan tempe. (FOTO:CNN Indonesia/ Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mempertimbangkan kemungkinan membuka keran subsidi usai dikeluhkan perajin tahu dan tempe lantaran harga kedelai naik.

Ia mengatakan pemerintah tengah membahas langkah untuk meringankan beban perajin, termasuk kemungkinan kembali memberikan subsidi kedelai.

Budi mengatakan berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga kedelai saat ini berada di kisaran Rp13.200 per kilogram (kg), naik dari sebelumnya sekitar Rp12 ribu per kg.

"Tadi kami juga sudah komunikasi dengan Kemenko Pangan. Nanti secepatnya kita akan adakan rapat. Kalau dulu kan sudah dikasih subsidi. Nanti kita tunggu arahan pimpinan apakah subsidi atau apa, tapi sudah komunikasi," kata Budi di Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (6/10).

Ia mengatakan kenaikan harga kedelai tak terlepas dari kondisi perdagangan global, termasuk pergerakan harga minyak. Namun, pemerintah akan membahas langkah yang dapat dilakukan agar beban biaya yang ditanggung perajin tahu dan tempe tidak semakin berat.

"Sekarang kan memang kondisi perdagangan global, harga minyak dan sebagainya (jadi penyebab harga kedelai mahal). Tapi kan kita harus bisa bagaimana meringankan para perajin tempe dan sebagainya biar harganya murah dan terjangkau," ujarnya.

Budi mengatakan skema subsidi menjadi salah satu opsi yang akan dibahas dalam rapat koordinasi terbatas pemerintah yang dipimpin Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas. Keputusan mengenai bentuk intervensi tersebut masih menunggu pembahasan lebih lanjut.

"(Solusi harga kedelai mahal) kalau yang kemarin kan pakai subsidi. Nanti kita nanti di rakor yang kita putuskan," katanya.

Kenaikan harga kedelai sebelumnya dikeluhkan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo). Wakil Ketua Umum Gakoptindo Kusnoto mengatakan perajin kini tidak hanya menghadapi kenaikan harga kedelai, tetapi juga berbagai komponen biaya produksi lainnya.

Menurut Kusnoto, harga kedelai impor yang sebelumnya sekitar Rp9.500 per kg telah naik menjadi Rp11.600 hingga Rp12 ribu per kg. Di saat yang sama, harga plastik kemasan naik dari sekitar Rp20 ribu-Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu-Rp45 ribu per kg.

Perajin juga menghadapi kenaikan biaya BBM, minyak goreng, hingga ongkos logistik. Harga Minyakita, misalnya, disebut naik dari HET Rp14 ribu menjadi Rp15.700 per liter. Sementara kurs dolar AS yang sebelumnya sekitar Rp14.500-Rp15.500 pada 2022 kini telah berada di kisaran Rp18 ribu pada 2026.

Tekanan biaya tersebut membuat perajin memilih mengecilkan ukuran produk daripada menaikkan harga jual. Gakoptindo mencatat harga tempe ukuran 250 gram dan tahu 500 gram masih ditahan sekitar Rp5.000 karena perajin khawatir konsumen beralih jika harga dinaikkan.

Perajin Tahu Tempe Pilih Susutkan Produk


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :