Prabowo Perintahkan Amran Berantas Mafia yang Mainkan Harga Pangan

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 14:18 WIB
Amran mengatakan dugaan permainan harga oleh mafia terlihat ketika peternak menjual murah ayam dan telur, tetapi konsumen harus membeli dengan harga mahal. (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menutup ruang bagi mafia yang memainkan harga pangan, terutama yang merugikan masyarakat kecil.

Amran mengatakan dugaan permainan harga terlihat ketika peternak menjual ayam dan telur dengan harga rendah, tetapi konsumen harus membeli dengan harga jauh lebih mahal.

Amran menyebut harga ayam dan telur di tingkat produsen berada di kisaran Rp20 ribu-Rp21 ribu, sedangkan di tingkat konsumen bisa mencapai Rp40 ribu-Rp50 ribu per kilogram (kg). Kondisi itu membuat peternak merugi, sementara konsumen tetap menghadapi harga tinggi.

"Dan itu perintah Bapak Presiden (Prabowo), 'Pak Mentan, jangan beri ruang mafia bermain di tengah rakyat kecil'," kata Amran dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (12/10).

Menurut Amran, persoalan tersebut tidak hanya terjadi pada ayam dan telur, tetapi juga beras serta minyak goreng. Perbedaan harga di tingkat produsen dan konsumen perlu ditelusuri karena dapat menunjukkan adanya masalah dalam rantai distribusi.

Amran mengatakan ribuan peternak ayam dan telur telah berunjuk rasa pada 9 Oktober lalu karena harga jual hasil ternak mereka berada di bawah harga pokok produksi (HPP) yang ditetapkan pemerintah. Sekitar 4,8 juta peternak mengeluhkan kondisi usaha yang tertekan.

"Jadi kita didemo konsumen, kita didemo produsen. Lucu kan negeri kita? Peternaknya rugi, di sini juga berteriak," ujarnya.

Amran mengatakan pihaknya telah menyurati Kapolri Suyudi Ario Seto untuk berkoordinasi menangani dugaan permainan harga tersebut. Menurut dia, upaya menstabilkan harga tidak akan efektif jika persoalan di tengah rantai distribusi tidak ditangani.

Ia juga menyinggung upaya pemerintah menyerap produksi peternak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, langkah tersebut belum cukup menyelesaikan persoalan. Pemerintah juga tengah membangun industri pakan, tetapi upaya itu membutuhkan waktu.

Amran kemudian mencontohkan persoalan beras fortifikasi, yakni beras yang diperkaya vitamin B12. Menurut dia, produk yang semestinya ditujukan untuk membantu kelompok masyarakat tertentu justru dijual dengan harga jauh lebih tinggi daripada beras biasa.

Ia menyebut beras biasa dijual sekitar Rp13.500 per kg, sedangkan beras fortifikasi dapat mencapai Rp56 ribu per kg. Amran mengaitkan persoalan tersebut dengan dugaan penipuan konsumen dan menyebut potensi kerugian masyarakat mencapai Rp89 triliun pada tahun ini.

Amran juga menyinggung penindakan terhadap perusahaan penggilingan beras pada 2017. Ia mengatakan saat itu ada perusahaan yang mengambil keuntungan hingga Rp26 ribu per kilogram, sementara petani hanya memperoleh sekitar Rp200 per kg. Menurut dia, perusahaan tersebut kemudian ditutup secara permanen.

Ia mempertanyakan alasan harga pangan masih tinggi ketika stok tersedia melimpah. Amran mencontohkan kapasitas gudang beras yang sebelumnya sekitar 3 juta ton kini mencapai 4,5 juta ton, tetapi kenaikan harga masih terjadi.

Amran menilai persoalan serupa juga terlihat pada minyak goreng. Meski Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar dunia, menurut dia, harga minyak goreng masih mengalami naik turun. Ia menyebut kondisi tersebut menunjukkan pasar yang perlu dibenahi.

Ia menegaskan pemerintah perlu menindaklanjuti dugaan permainan harga agar peternak tidak terus merugi dan konsumen tidak terbebani harga tinggi. Amran juga menyatakan siap mengambil risiko dalam penanganan persoalan tersebut.

"Yang middleman ini harus diberesin. Selama tidak diberesin, Pak, ini kerja kita terus," kata Amran.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK