ESDM Targetkan CNG Pengganti LPG Subsidi Meluncur Tahun Depan

CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 12:01 WIB
Kementerian ESDM menargetkan penerapan CNG 3 kilogram (kg) sebagai pengganti pasokan LPG bersubsidi mulai diterapkan secara bertahap pada 2027 mendatang. (CNN Indonesia/Dhio Faiz).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penerapan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) sebagai pengganti pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) mulai diterapkan secara bertahap pada 2027 mendatang.

Direktur Jenderal Minyak Bumi dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan uji coba penggunaan CNG 3 kg telah dilakukan selama satu bulan di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Laode menyebut saat ini proyek tersebut masuk ke dalam tahap evaluasi menyeluruh, mulai dari keandalan fisik tabung hingga pematangan model bisnisnya.

"Jadi ini nanti akan memakan waktu beberapa bulan lagi, sehingga kita harapkan di 2027 sudah bisa diimplementasikan, Insyaallah," ujar Laode saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).

Ia mengatakan pengumuman resmi mengenai kepastian skema dan implementasi di lapangan bakal disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelum program ini diluncurkan secara nasional.

Sebagai langkah awal penyaluran tahun depan, pemerintah telah menyiapkan sebanyak 100 ribu tabung CNG 3 kg yang diimpor langsung dari China untuk didistribusikan ke masyarakat.

"Kalau dalam kontrak pengadaannya itu kan minimal 100 ribu," pungkas Laode.

Bahlil sebelumnya mengungkap pengujian CNG 3 kg memasuki tahap akhir.

"Saya baru tiga hari lalu mendapat presentasi hasil tabung 3 kg dan valve-nya. Sekarang Lemigas lagi uji yang terakhir," ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (3/8), melansir Antara.

Bahlil menjelaskan tabung CNG 3 kg tinggal melakukan uji tembak dengan pembakaran 850 derajat celcius. Nantinya, uji tembak tersebut akan dilakukan di China dan Indonesia.

CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, kafe (horeka), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.

Menurut Bahlil, tantangan utama dalam uji coba adalah aspek teknis karena tekanan gas CNG sekitar 200 hingga 250 bar, lebih kuat apabila dibandingkan dengan LPG yang tekanannya berada di kisaran 5-10 bar.

Ia mengatakan pemerintah terus mengkaji penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram guna mengurangi ketergantungan impor energi, sehingga uji coba harus terus dilakukan.

Menurut Bahlil, CNG memiliki keunggulan karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri, termasuk sumber gas alam yang melimpah.

Selain itu, pemerintah juga menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk kebutuhan domestik.

(fln/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK