BEI Bakal Tagih Klarifikasi MSCI Sore Ini soal Status Pasar Modal RI
Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal menggelar pertemuan secara daring dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (19/10) pukul 15.30 WIB.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan rapat tersebut dilakukan untuk meminta klarifikasi mengenai pengumuman MSCI yang membuka konsultasi usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
"Nanti siang kami akan meeting online dengan MSCI. (pukul) 15.30 (WIB) nanti. Kami segera minta waktu untuk ketemu dengan MSCI. Tentu kami akan menanyakan klarifikasi terkait dengan latar belakangnya," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (19/10).
Jeffrey mengungkapkan baik pihak bursa, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maupun sebagian besar partisipan investor tidak pernah menyangka terkait pengumuman MSCI itu. Bahkan, ia menyebut tidak ada peringatan awal yang diterima pihak otoritas maupun pelaku pasar.
Lihat Juga : |
"Jadi jangankan bursa dan OJK, para partisipan MSCI sebagian besar tidak ada yang tahu. Komunikasi kami dengan para investor global, semuanya tidak tahu dan tidak menyangka juga akan ada pengumuman seperti itu," tuturnya.
Kendati demikian, Jeffrey menegaskan bahwa pasar modal Indonesia masih sangat layak untuk berada dalam status emerging market. Ia memastikan hal tersebut juga didukung oleh persepsi para investor global yang selama ini berdiskusi dengan BEI.
"Kalau Indonesia layak di emerging, rasanya itu bukan pendapat kami saja. Bahkan para partisipan, para investor global yang berdiskusi dengan kami semua sepakat bahwa Indonesia memenuhi seluruh kriteria untuk berada di emerging market," kata Jeffrey.
Ia menambahkan bahwa dari dokumen pendukung MSCI sendiri, poin-poin kriteria tersebut sebenarnya dapat dipenuhi oleh pasar saham dalam negeri. Adapun dalam beberapa aspek, posisi Indonesia dicatat lebih baik jika dibandingkan dengan negara emerging market lainnya.
"Fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa itu baik, masih membukukan keuntungan, masih membagikan dividen yang cukup baik. Dengan itu semua, tentu kita punya keyakinan yang sangat tinggi ke depan pasar modal Indonesia akan jauh lebih baik dan punya prospek yang jauh lebih baik," tegasnya.