Operasional KDKMP Beri Pedagang Kecil Desa Akses Harga Setara Grosir
Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah mulai memberikan manfaat langsung bagi para pelaku usaha kecil. Penjualan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dinilai membantu menjaga kelangsungan usaha pedagang harian.
Kondisi tersebut terlihat saat Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau operasional koperasi di empat wilayah. Peninjauan serentak di 10.070 titik ini bertujuan memastikan pasokan barang bersubsidi dan komoditas dasar dapat diakses masyarakat.
Di KDKMP Tambakrejo, Sidoarjo, para pedagang makanan menyambut baik skema harga barang yang ditawarkan gerai koperasi. Ketersediaan stok sembako hingga pasokan gas LPG dinilai sangat mendukung keberlanjutan bisnis skala mikro.
Seorang pedagang makanan di Tambakrejo, Sumarti, mengungkapkan bahwa harga komoditas di koperasi jauh lebih terjangkau dibandingkan tempat lain.
"Harga di KDKMP jauh lebih murah, seperti harga grosir, meskipun kami hanya membeli sedikit. Ini sangat menguntungkan pedagang kecil seperti kami," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).
Zulkifli menegaskan bahwa efisiensi harga dan kelancaran pasokan menjadi fokus utama pengawasan pemerintah. Kehadiran koperasi diharapkan mampu mendorong perputaran roda ekonomi di tingkat desa.
Di samping menyediakan barang konsumsi, KDKMP juga difungsikan sebagai wadah pemasaran bagi produk hasil olahan usaha lokal. Langkah ini diambil guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai jual produk UMKM.
"Koperasi Merah Putih harus memberi manfaat yang langsung dirasakan warga. Harga yang terjangkau dan barang yang mudah diperoleh akan membantu warga desa, petani, termasuk pedagang kecil, sekaligus menggerakkan ekonomi desa," kata dia.
Manfaat penyediaan sarana usaha juga dirasakan warga di KDKMP Sobokerto, Boyolali. Koperasi tersebut memfasilitasi penjualan komoditas sembako sekaligus memicu pemasaran produk khas desa berupa keripik berbahan tulang ikan.
Upaya pengembangan ekonomi desa tersebut didukung oleh partisipasi tenaga muda terdidik yang mengelola manajemen koperasi. Pengelola berkomitmen mengoptimalkan potensi lokal agar memberi dampak nyata bagi warga setempat.
"Saya mendapat beasiswa dari negara untuk menempuh pendidikan magister. Sebenarnya, saya sudah bekerja di swasta. Namun, ketika ada kesempatan membangun desa sendiri melalui KDKMP, saya merasa ini menjadi panggilan untuk ikut membangun desa," ujar Manajer KDKMP Sobokerto, Desi Sari.
Di KDKMP Sonorejo, Kediri, antusiasme pedagang dan warga terhadap harga barang yang miring sudah terlihat sebelum gerai resmi beroperasi. Pengelola mencatat banyak warga yang menanyakan jadwal pembukaan gerai penjualan komoditas murah.
Minyak goreng, sabun mandi, serta sabun cuci menjadi produk yang paling banyak diminati oleh masyarakat sekitar.
"Kalau saya bertemu warga, mereka bertanya-tanya kapan KDKMP buka. Mereka sudah mendengar barang-barangnya dijual dengan harga lebih murah," cerita manajer KDKMP Sonorejo, Keril.
Untuk mendukung operasional dan kelancaran distribusi barang, setiap KDKMP dilengkapi armada operasional berupa truk, mobil pikap, dan bentor. Kendaraan tersebut digunakan untuk memperlancar jalur pasokan komoditas serta menjalankan fungsi pembeli siaga.
Sebagai informasi, hingga 12 Oktober 2026 sebanyak 23.000 gedung KDKMP telah selesai dibangun dan 28.626 manajer telah direkrut secara nasional. Pemantauan berkala akan terus dilakukan untuk memastikan koperasi beroperasi sesuai kebutuhan pedagang dan warga desa.
(rir)