Menperin Beber Cerita Produsen Kekurangan 15 Ribu Ton Gula Rafinasi
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengungkapkan salah satu produsen industri dalam negeri mengalami kekurangan pasokan gula rafinasi sebanyak 15 ribu ton.
Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi hingga Desember 2026, perusahaan itu terancam menghentikan kegiatan produksinya.
Hal tersebut disampaikan Sarmuji saat memaparkan sejumlah kendala yang dihadapi industri manufaktur untuk meningkatkan utilisasi atau pemanfaatan kapasitas produksi.
Sarmuji mengatakan ketersediaan bahan baku menjadi salah satu syarat penting agar industri dapat menjaga kegiatan produksinya.
"Kami kekurangan 15 ribu ton gula rafinasi. Khawatirnya kalau enggak cukup 15 ribu ton sampai bulan Desember, kami terpaksa berhenti produksi," ujar Sarmuji dalam paparannya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2026 di Jakarta, Jumat (30/10).
Ia menilai penghentian produksi, meskipun hanya berlangsung beberapa hari, dapat menimbulkan persoalan bagi industri.
"Jangankan berhenti produksi satu bulan, berhenti produksi tiga hari saja, itu isunya sudah luar biasa," katanya.
Oleh karena itu, sambung Sarmuji, pemerintah berupaya mengomunikasikan persoalan pasokan bahan baku tersebut dengan pihak terkait agar kebutuhan industri dapat terpenuhi dan kegiatan produksi tetap berjalan.
Menurut Sarmuji, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor yang menentukan peningkatan utilisasi industri. Dalam paparannya, tingkat utilisasi industri pengolahan pada Februari 2026 tercatat sebesar 66,13 persen.
Pemerintah berharap tingkat utilisasi tersebut dapat meningkat hingga 80-85 persen. Dengan peningkatan pemanfaatan kapasitas produksi, kontribusi sektor industri terhadap perekonomian nasional diharapkan semakin besar.
"Memang ada banyak problem, problem apakah harga nanti dan sebagainya. Dengan mencukupi hal-hal tadi itu, salah satu di antaranya bahan baku, maka utilisasi sektor industri kita akan meningkat, mudah-mudahan bisa pada level 80 atau 85 persen," ujarnya.
(lil/sfr)