BGN Mulai Aktivasi 953 Dapur MBG Baru, Sasar 1,5 Juta Penerima
Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mengaktivasi 953 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) baru di 34 provinsi.
Penambahan dapur tersebut diproyeksikan dapat melayani sekitar 1,5 juta penerima manfaat dan akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing fasilitas.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan aktivasi dapur baru dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan personel, termasuk kemampuan memproduksi serta menyalurkan makanan sesuai tata kelola keamanan pangan.
"Hari ini kami memulai proses aktivasi 953 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi baru di 34 provinsi. Seluruhnya diproyeksikan melayani sekitar 1,5 juta penerima manfaat dan jumlahnya bertambah bertahap seiring dapur beroperasi penuh," kata Agustina melalui unggahan reels di akun Instagram resmi BGN, Kamis (5/11).
Ia menjelaskan BGN sebelumnya telah menginisiasi aktivasi 1.460 dapur baru di 32 provinsi sepanjang Oktober 2026. Pada November, proses penambahan dilanjutkan dengan aktivasi 953 SPPG tersebut.
BGN juga berencana membuka dapur baru dalam jumlah serupa pada pekan depan.
Menurut Agustina, aktivasi tak dilakukan sekaligus terhadap seluruh dapur yang telah terdaftar di portal Mitra SPPG. Pemerintah akan memeriksa kesiapan setiap fasilitas agar dapat beroperasi sesuai kebutuhan dan standar pelayanan.
"Kami telah berjanji untuk mengaktivasi dapur yang telah terdaftar di portal Mitra (SPPG) secara bertahap dan berhati-hati dengan mengutamakan asas kebermanfaatan dan kebutuhan penerima manfaat," ujarnya.
BGN memprioritaskan pembukaan dapur di daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi, serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sasaran penerima manfaat yang diprioritaskan meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta santri di lingkungan pesantren.
Setiap dapur SPPG yang diaktivasi juga diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Persyaratan tersebut menjadi bagian dari tata kelola keamanan pangan dalam penyelenggaraan program MBG.
Agustina turut mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap pihak yang mengatasnamakan BGN untuk meminta imbalan dalam proses pembukaan atau aktivasi dapur. Ia menegaskan tidak ada pihak yang berwenang meminta pembayaran dengan mengatasnamakan lembaga tersebut.
"Tidak ada pihak yang berwenang mengatasnamakan BGN untuk meminta imbalan. Jika bapak dan ibu menemukannya, simpan buktinya dan laporkan kepada pihak berwajib," kata Agustina.
BGN menyatakan aktivasi SPPG akan terus dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan daerah yang paling membutuhkan. Agustina juga meminta dukungan pemerintah daerah, pesantren, dan media dalam pelaksanaan program tersebut.
(del/pta)