Fesyen Jokowi

Jokowi dan Zuckerberg: Formal, Kasual, Santai

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Senin, 13/10/2014 18:56 WIB
Jokowi dan Zuckerberg: Formal, Kasual, Santai Jokowi bertemu Mark Zuckerberg di Balaikota Jakarta, Senin (13/10) (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden terpilih Joko Widodo--akrab disapa Jokowi--dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg bertemu di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/10). Pukul 08.49, Zuckerberg mendatangi Jokowi. Dalam pertemuan tersebut, keduanya mengenakan setelan jas berwarna gelap.

Pengamat mode Sonny Muchlison mengatakan, baik penampilan Jokowi maupun Zuckerberg sudah sesuai. “Penampilan Jokowi yang mengenakan setelan jas sudah sangat pas. Tidak ada celanya,” ujar Sonny saat diwawancarai CNN Indonesia melalui telepon, Senin (13/10).

Meski Jokowi tidak mengenakan dasi, bagi Sonny itu tak masalah. “Penampilan Jokowi sudah terlihat rapi. Kemejanya tertata dan dikancing dengan rapi. Selain itu, juga dimasukkan ke dalam celana, tidak dibiarkan keluar begitu saja,” ujar pria yang juga menekuni profesi desainer busana batik itu.


Menurutnya, Jokowi tidak harus mengikuti gaya Zuckerberg yang berdasi. Sebab, jeboan Universitas Harvard itu bukan pemimpin negara. “Jadi tidak masalah bila Jokowi tidak pakai dasi,” tuturnya.

Menurut Sonny, pemimpin negara harus berbusana sesuai protokol. “Cara berbusana juga harus sesuai dengan acara. Kalau bertaraf internasional, cara berpakaian juga harus disesuaikan,” kata pria berkacamata itu.

Ia menekankan, saat blusukan sebaiknya Jokowi tetap berbusana layaknya pemimpin negara. Menurutnya, pakaian presiden harus berbeda dengan rakyat, tanpa bermaksud membedakan status.

“Jadi, bila hari ini Jokowi dan Mark ke Pasar Tanah Abang dengan setelan jas, saya rasa tidak masalah,” ucapnya melanjutkan.

Formal tapi santai

Senada dengan Sonny, Konsultan Warna dan Citra, Irma Hardisurya mengatakan, cara berbusana Jokowi dan Zuckerberg sudah sesuai dan saling menunjukkan rasa saling menghormati.

“Mereka mengenakan setelan bisnis yang menunjukkan kesan formal,” kata Irma saat dihubungi CNN Indonesia, Senin (13/10). Pilihan Jokowi dan Zuckerberg dalam mengenakan setelan bisnis mencerminkan usaha tampil sopan di antara keduanya.

“Karena Zuckerberg berkunjung ke Indonesia, maka cara berpakaian dapat diartikan sebagai cara dia menghormati tuan rumah, begitu pula sebaliknya,” kata Irma.

Irma berpendapat, keduanya berusaha menunjukkan kesan formal tetapi santai. Menurutnya, itu terlihat dari Jokowi yang memilih tidak mengenakan dasi. Sementara Zuckerberg, tampil mengenakan dasi namun dilonggarkan.

“Secara tak langsung, mereka menyatakan pertemuan itu formal tapi santai. Bisa dibilang, itu gaya kasual bisnis,” kata Irma lagi.

Irma menjelaskan, jas kini telah mengalami pergeseran arti. Dewasa ini, jas tidak hanya digunakan untuk setelan bisnis, tetapi juga bergaya kasual. Dengan pemilihan warna tertentu, jas yang identik dengan setelan bisnis dapat dipakai untuk acara santai.

“Bila ingin bergaya kasual, pilih warna jas atau celana yang terang. Misalnya, memadukan jas dengan celana berwarna coklat atau beige,” ujarnya. Sementara, warna gelap mencerminkan formalitas.

“Kalau saya lihat, keduanya mengenakan setelan jas berwarna biru gelap. Warna biru gelap itu lebih terkesan kasual dibandingkan hitam,” katanya. Menurutnya, warna biru gelap adalah pilihan yang mencerminkan sifat klasik, mudah, dan aman dikenakan oleh para pria.