Pesawat Hilang

2014 Bukan Tahun Terburuk Penerbangan

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Senin, 29/12/2014 10:30 WIB
2014 Bukan Tahun Terburuk Penerbangan Ilustrasi pesawat di bandara ( REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belum lagi jelas nasib Malaysia Airlines MH370 yang tak lagi terdeteksi radar di Samudera Hindia, sekarang giliran AirAsia QZ8501 yang hilang kontak di perairan Belitung. Pesawat itu membawa 155 penumpang, dan lepas landas dari Bandara Juanda, Surabaya menuju Bandara Changi, Singapura kemarin, Minggu (28/12).

Kejadian itu membuat khawatir para penumpang pesawat. Apalagi sebelumnya sudah ada dua kecelakaan besar yang melibatkan Asia: hilangnya MH370 dan jatuhnya MH17. Situs berita Express bahkan menyebut 2014 sebagai tahun tragedi pesawat terbang. Benarkah begitu?

Nyatanya, menurut data Aviation Safety Network, sebuah lembaga pendata penerbangan dunia yang didirikan sejak 1972, tahun ini bukan yang terburuk. Dibanding tahun-tahun sebelumnya, jumlah angka kecelakaan pesawat di 2014 masih lebih sedikit. Hanya ada 19 kecelakaan pesawat, dengan 526 korban. Tahun lalu, ada 29 kecelakaan pesawat terbang dengan 265 korban.


Jumlah kecelakaan terbanyak justru ada di tahun 1948. Kala itu, ada 86 kecelakaan yang menyebabkan 1.177 orang meninggal. Sedangkan tahun dengan orang meninggal terbanyak karena kecelakaan pesawat, adalah 1972. Pada tahun itu, sekitar 2.370 orang meninggal dalam 71 kecelakaan pesawat. Tahun berikutnya, 1973 ada 67 kecelakaan pesawat dengan 2.023 korban.

Angka-angka yang dirangkum itu, tidak termasuk kecelakaan pesawat jet perusahaan, pembajakan pesawat, maupun kecelakaan pesawat militer.

Dari jumlah kecelakaan pesawat di tahun 2014, sebanyak dua pesawat kecelakaan saat pendaratan, dua kecelakaan saat mendekati pendaratan, 12 kecelakaan saat terbang dalam rute, dan tiga kecelakaan saat hendak terbang.

Indonesia 10 besar kecelakaan terbanyak

Namun, jika dipetakan berdasarkan regional, Indonesia masuk 10 besar kecelakaan pesawat terbanyak. Berdasarkan data Aviation Safety Network yang merangkum kecelakaan pesawat sejak 1945, Indonesia ada di posisi ke-sepuluh dengan jumlah kecelakaan sebanyak 94 kali. Korban meninggal ada sekitar 1.908 orang.

Di atas Indonesia, ada India yang jumlah kecelakaan pesawatnya juga 94 kali, dan menyebabkan korban jiwa lebih besar, sampai 2.344 orang. Di atas itu, semua negara Eropa dan Amerika. Posisi delapan ada Meksiko dengan jumlah kecelakaan 96 pesawat dan korban 1.251.

Setelah Meksiko, ada Perancis yang kecelakaan pesawatnya sejak 1945 sampai tahun ini mencapai 101 kali, dan korbannya 2.240 orang. Di atas Perancis, menyusul Inggris dengan jumlah kecelakaan 103 kali dan korban 1.286 orang. Setelah itu, ada Kolombia yang mengalami 173 kecelakaan dan menyebabkan 2.824 korban jiwa.

Brasil menduduki posisi empat kecelakaan pesawat terbanyak, dengan jumlah total 176 kecelakaan dan korban jiwa 2.688 orang. Lebih banyak dari Brasil, ada Kanada, Rusia, dan terbanyak adalah Amerika Serikat. Total kecelakaan pesawat di Kanada mencapai 177 kali dan menyebabkan 1.764 korban jiwa.

Rusia, mengalami kecelakaan pesawat 326 kali dan menjatuhkan korban jiwa 7.134 orang. Kecelakaan pesawat paling tinggi ada di Amerika Serikat, dengan total 773 kali dan korban 10.549 orang meninggal dunia. Data itu didapat dari kecelakaan pesawat sipil, tidak termasuk militer, jet perusahaan, dan pembajakan.