Otak dan Mimpi

Kurang Tidur Bikin Otak Jadi Bodoh

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Senin, 05/01/2015 15:55 WIB
Ternyata, saat tidur, otak tidak ikut tidur. Ia masih bekerja. Bahkan kerja saraf-saraf pada otak hampir sama ketika kita bangun dan melakukan aktivitas. Ilustrasi (Thinkstock/Greyfebruary)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepertiga hidup manusia dihabiskan untuk tidur. Seperti halnya makan, tidur merupakan aktivitas yang paling penting untuk kesehatan kita. Tapi, sampai detik ini pun tidak ada yang benar-benar tahu kenapa manusia membutuhkan tidur.

Yang kita tahu selama ini adalah tidur membuat kita terasa lebih berenergi dan bisa memperbaiki suasana hati. Pernahkah Anda memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh dan otak kita ketika tidur?

Ternyata, saat kita tertidur, otak tidak ikut tidur. Ia masih bekerja. Bahkan kerja saraf-saraf pada otak hampir sama ketika kita bangun dan melakukan aktivitas. Maka, tidak mengherankan bahwa apa yang terjadi selama jam kita beristirahat merupakan sangat berpengaruh terhadap otak dan fungsi kognitif.


Berikut lima hal tak terduga yang ternyata dilakukan otak saat kita tertidur.

1. Membuat keputusan

Sebuah penelitian menemukan bahwa otak dapat memproses informasi dan mempersiapkan tindakan saat tidur sehingga kita dapat membuat keputusan bawah sadar secara efektif.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology menemukan bahwa otak memproses rangsangan yang kompleks saat tidur, dan menggunakan informasi ini untuk membuat keputusan saat terjaga. Dalam sebuah penelitian, para peneliti meminta partisipan untuk mengategorikan kata-kata yang diucapkan yang dipisahkan ke dalam kategori yang berbeda - kata mengacu pada hewan atau benda; dan kata-kata nyata vs kata palsu - dan diminta untuk menunjukkan kategori kata yang mereka dengar dengan menekan tombol kanan atau kiri.

Kemudian partisipan diminta untuk melanjutkan mengategorikan kata-kata, tetapi juga mereka diberitahu bahwa mereka bisa tertidur (mereka berbaring di ruangan gelap). Ketika mereka tertidur, para peneliti mulai memperkenalkan kata-kata baru dari kategori yang sama. Perangkat monitoring otak menunjukkan bahwa bahkan ketika subjek tidur, otak mereka terus mempersiapkan fungsi motorik untuk membuat tanggapan kanan dan kiri berdasarkan arti dari kata-kata yang mereka dengar.

Namun, ketika para peserta bangun, ternyata mereka tidak ingat kata-kata yang mereka dengar.

"Mereka tidak hanya memproses informasi yang kompleks ketika sedang benar-benar tertidur, tapi mereka melakukannya secara tidak sadar," kata peneliti, Thomas Andrillon dan Sid Kouider, seperti dilansir HuffingtonPost. "Pekerjaan kami tidak hanya memberikan keterangan baru tentang kemampuan otak untuk memproses informasi saat tidur, tetapi juga ketika sedang tidak sadar."

2. Menciptakan dan menggabungkan kenangan

Saat Anda sedang tidur, otak sibuk membentuk kenangan baru, memperkuat kenangan yang lebih lama, dan menghubungkan dengan kenangan sebelumnya, selama tertidur. Kurang istirahat akan menyebabkan dampak yang signifikan pada hippocampus, wilayah otak yang terlibat dalam pembuatan dan penguatan memori.

Oleh sebab itu, tidur bisa membantu kita untuk menggabungkan informasi yang baru didapatkan untuk kemudian digunakan kembali nantinya.

"Kami telah belajar bahwa tidur sebelum belajar membantu mempersiapkan otak Anda untuk pembentukan awal kenangan," kata peneliti tidur, Dr. Matthew Walker dari University of California, Berkeley. "Dan kemudian, tidur setelah belajar sangat penting untuk membantu menyimpan dan menggabungkan informasi baru ke dalam susunan otak. Hal ini berarti bahwa kemungkinan Anda lupa akan lebih kecil."

Walker juga memperkirakan, jika Anda tidak tidur, kemampuan Anda untuk mempelajari informasi baru bisa turun hingga 40 persen.

3. Membuat koneksi kreatif

Tenyata tidur bisa meningkatkan kreativitas. Hal ini disebabkan dalam keadaan istirahat, pikiran dapat membuat koneksi baru yang menakjubkan dan barangkali tidak akan dilakukan dalam keadaan sadar.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of California di Berkeley menemukan bahwa tidur dapat mendorong ‘remote assosiation’ atau koneksi yang tidak biasa di otak, yang dapat menyebabkan munculnya ide baru setelah bangun. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa sebanyak 33 persen orang lebih mungkin untuk membuat hubungan antara ide-ide yang tampaknya jauh terkait setelah mereka bangun dari tidur.

4. Menghapus racun

Serangkaian penelitian pada tahun 2013 menemukan bahwa fungsi penting dari tidur adalah untuk memberikan kesempatan pada otak untuk ‘berbenah’.

Para peneliti di University of Rochester menemukan bahwa selama tidur, otak tikus membersihkan molekul yang rusak, terkait dengan neurodegeneration. Ruang antara sel-sel otak benar-benar meningkat saat itu dan memungkinkan otak untuk mengusir molekul beracun yang diperoleh selama jam bangun.

"Kita perlu tidur untuk membersihkan otak," kata peneliti utama studi tersebut, Dr. Nedergaard.

Jika kita tidak cukup tidur, otak kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk membersihkan racun, yang dapat berpotensi memiliki efek mempercepat penyakit neurodegenerative seperti Parkinson dan Alzheimer.

5. Belajar dan mengingat bagaimana melakukan tugas-tugas fisik

Otak menyimpan informasi dalam memori jangka panjang melalui sleep spindles, sebuah ledakan singkat gelombang otak pada frekuensi yang kuat yang terjadi selama tidur.

Proses ini dapat sangat membantu untuk menyimpan informasi yang berkaitan dengan tugas-tugas motorik, seperti mengemudi, mengayunkan raket tenis atau berlatih gerakan tari baru, sehingga tugas-tugas ini menjadi otomatis. Yang terjadi selama tidur adalah otak mentransfer kenangan jangka pendek yang disimpan di korteks motor lobus temporal menjadi kenangan jangka panjang.

"Praktik selama tidur sangat penting untuk kinerja nanti," ujar seorang ilmuwan tidur di Cornell Universuty, James B. Maas. "Jika Anda ingin meningkatkan permainan golf Anda, tidurlah lebih lama,” imbuhnya.


(mer/mer)