Menangkap Keindahan Arsitektur Masjid Iran dari Balik Lensa

Windratie, CNN Indonesia | Rabu, 11/02/2015 10:08 WIB
Menangkap Keindahan Arsitektur Masjid Iran dari Balik Lensa Foto arsitektur masjid di Iran hasil karya Mohammad Reza Domiri Ganji. (Dok. Mohammad Reza Domiri Ganji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada sisi lain dari Iran yang tak terlihat dunia. Interior kaleidoskop brilian masjid di negara tersebut dirancang rumit. Dengan mozaik indah serta kaca berwarna dibingkai oleh bangunan arsitektur kokoh, bangunan tersebut sungguh luar biasa.
 
Detail halus bangunan berhasil ditangkap dalam serangkaian foto-foto menakjubkan Mohammad Reza Domisi Ganji.

Ganji adalah seorang mahasiswa fisika 24 tahun dari Babol, kota di bagian utara Provinsi Mazandaran Iran. Yang luar biasa adalah keterampilan Ganji di belakang lensa sebagian besar adalah hasil belajar secara otodidak dari menonton tutorial internet.

Belum lagi kesulitan dalam mengambil foto berkualitas tinggi di dalam masjid-masjid, di mana pemakaian peralatan seperti tripod yang sangat dibatasi. Ganji mengatakan, proyek untuk mendokumentasikan interior masjid dan bangunan bersejarah Iran lainnya dimulai sejak 2008. Dia terinspirasi dari gambar yang diambil di dalam piramida Mesir.


Peralatan yang dilarang

“Foto-foto tersebut secara estetika mendokumentasikan situs-situs sejarah, membuat saya kagum dan terinspirasi,” katanya seperti dilansir dari laman CNN.

“Saya bertanya-tanya, apa saya bisa mengambil gambar-gambar yang sama situs sejarah dalam perjalanan saya ke penjuru Iran, saya mulai menemukan masjid tua yang cocok untuk mengambil gambar interior.”

Namun, itu bukan tugas enteng. Para wisatawan biasanya diijinkan mengambil foto. Namun, tripod dan peralatan profesional yang Ganji perlukan untuk menangkap gambar simetris di cahaya rendah tak diizinkan.

“Sebagian besar waktu saya gunakan untuk mengurus banyak dokumen, saya perlu berhari-hari untuk mendapatkan izin resmi,” katanya.

“Proses ini lebih sulit daripada kedengarannya, beberapa upaya yang saya lakukan gagal.” Ganji memakai lensa fisheye dan wide angle untuk menghasilkan karya foto-fotonya.  

“Saya lebih suka pagi hari, karena ketepatan cahaya juga masih sedikitnya orang-orang di sekitar,” katanya. Di sore hari, lanjut Ganji, tempat itu biasanya ramai, dan di malam hari beberapa masjid ditutup untuk ritual beribadah.”

Ganji mengatakan, dia lebih suka menangkap interior masjid dengan simetri, kolom interior, pencahayaan baik, dan mozaik indah. Sementara karyanya telah menarik mata dunia, Ganji mengaku itu belum dapat membangkitkan minat besar terhadap Iran.

“Saya senang bahwa pekerjaan saya sekarang terlihat di seluruh dunia. Saya mampu menunjukkan Iran kepada orang lain melalui seni.”

Dia barharap dapat menambah seri foto-fotonya dengan mengunjungi situs-situs bersejarah lain di Iran. Kelak, dia ingin melakukan perjalanan untuk memotret tempat-tempat suci umat Yahudi dan Kristen.
 

(win/win)