Bunga Mawar Masih Jadi Primadona Kado Valentine

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Rabu, 11/02/2015 17:14 WIB
Memperingati hari kasih sayang pada 14 Februari mendatang, berbagai jenis bunga mulai diburu masyarakat. Bunga mawar masih menjadi primadona. Ilustrasi bunga mawar merah (Andy / Andrew Fogg/Flickr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bentuk dan warnanya yang indah sering menjadi alasan orang memilih bunga untuk dijadikan lambang cinta. Entah itu cinta pada keluarga, sahabat, atau pasangan terkasih.

Memperingati hari kasih sayang pada 14 Februari mendatang, berbagai jenis bunga mulai diburu masyarakat. Untuk jenis bunga yang paling banyak dicari, bunga mawar masih menjadi primadona.

"Kalau yang favorit mawar. Tapi semua jenis bunga kalau menjelang Valentine naik (harga)," ucap Iwan, salah satu pedagang di Pasar Bunga Rawa Belong, saat ditemui CNN Indonesia, Rabu (11/2).


Di Pasar Bunga Rawa Belong, jenis bunga mawar pun beragam. Ada mawar merah, pink, biru, oranye, sampai ungu. Semuanya terlihat begitu cantik, dan harganya pun sangat terjangkau jika dibandingkan dengan harga bunga di toko.

Namun, seolah memanfaatkan momen Valentine, pedagang pun mulai menaikkan harga jual bunganya. Di hari biasa, di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat, harga satu ikat mawar merah yang berisi 20 tangkai bunga berkisar antara Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu. Sementara menjelang hari valentine harganya bisa mencapai empat kali lipat.

"Kalau sekarang bisa 200 ribu sampai 250 ribu," kata Iwan.

Harga itu pun tergantung jenis bunganya. Bunga mawar impor saja bisa dibanderol sampai harga Rp 400 ribu per 20 batangnya.

Harga bunga lainnya, seperti aster, peacock, krisan, bunga matahari, dan bunga-bunga lainnya juga mengalami kenaikan rata-rata 100 persen dari harga standar. Misalnya saja aster. Di hari biasa aster dijual dengan harga Rp 15 ribu sementara menjelang Valentine harganya melonjak menjadi Rp 30 ribu.

Iwan menambahkan, pengunjung akan semakin bertambah ramai ketika hari Valentine tiba.

"Ramainya nanti mulai Kamis, Jumat, apalagi pas Sabtu, sekarang baru pedagang eceran aja," ujarnya.

(chs/mer)