Geliat para bakat muda di dunia mode ini diikuti pula oleh kecintaan mereka untuk membawa nama harum bangsa. Seperti halnya sepak terjang dua desainer tanah air 8Eri dan Norma Hauri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eridani membawa koleksinya yang bertema Asianation. Menurutnya, tema tersebut terinspirasi dari eksotisme kesederhanaan budaya orang Asia dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya menonjolkan effortless beauty dalam kehidupan mereka yang semakin modern,” katanya. Dia menargetkan perempuan berusia antara 30 dan 45 tahun, khususnya orang-orang pencinta seni.
Sementara itu, The Lines adalah tema yang diangkat oleh Norma Hauri. Struktur garis yang tegas menjadi inspirasi koleksi Hauri Sub line dari Norma Hauri untuk musim ini.
“Tampilan gaya modern divisualisasikan melalui garis yang membentuk pola geometrikal dan tekstur bahan serta detail yang diaplikasikan dalam koleksi,” kata Norma dalam keterangan resmi yang diterima oleh CNN Indonesia.
Norma memilih warna-warna sederhana dan dasar. Kian menegaskan kesan modern dalam busana berbentuk abaya yang jadi spesifikasi produk utama lini fesyennya.
Kedua desainer ini sepakat, keikusertaan mereka di ajang BIFF dan BIL adalah kesempatan emas bertemu para buyers internasional.
“Selain ingin menjalin kerjasama dengan buyers, saya juga ingin mencari ide segar, menambah wawasan dan mencari informasi tentang desain yang sedang berkembang secara nyata di luar Indonesia," kata Eridani yang karyanya telah mendapat atensi dari buyers asal Jepang.
Selain 8Eri dan Norma Hauri, beberapa disainer Indonesia Fashion Forward sudah wara-wiri di panggung internasional sebelumnya selama Februari dan Maret tahun ini. Desainer hijab yang tengah populer Dian Pelangi contohnya. Dian turut dalam ajang New York Couture Fashion Week dan International Fashion Show Case pada akhir bulan lalu.
(win/mer)