Kisah Pemuda Down Syndrome yang Berhasil Jadi Juru Masak

Rahmi Suci Ramadhani, CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2015 14:45 WIB
Sebuah kampanye di Twitter dengan tagar #GiveBenAJob berhasil membantu Ben Small mendapatkan pekerjaan yang diimpikannya, yakni juru masak. Ben Small, pemuda dengan Down Syndrome yang diterima kerja di sebuah restoran. (Dok. Twitter/FleaBagLady)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah kampanye di Twitter dengan tagar #GiveBenAJob berhasil membantu Ben Small mendapatkan pekerjaan yang diimpikannya, yakni juru masak. Sebelumnya, pemuda dengan Down Syndrome itu magang di beberapa restoran tanpa dibayar.

Small mampu menyelesaikan hari pertamanya bekerja di Wilson's Kitchen, sebuah kafe di Liverpool setelah ibu tirinya, Fiona Hodge, bertanya di media sosial Twitter adakah yang bersedia memberi Ben sebuah pekerjaan alias #GiveBenAJob.




"Won't someone in the Liverpool area give my step son, Ben, who has Down's Syndrome a chance at a paid job? Motivated with NVQ 2 in catering," tulis Hodge lewat akun pribadinya @FleaBagLady, Sabtu (14/3) lalu seperti dilansir dari Telegraph.

Ia juga mencuitkan bahwa Down Syndrome tak berarti hasil kerja anak tirinya tak layak diberi upah seperti orang lain. Hodge menyebutkan, Small memiliki sertifikasi NVQ 2 dalam catering, yang berarti ia memiliki kompetensi resmi di bidang tersebut.

Down Syndrome sendiri merupakan suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental yang disebabkan oleh perkembangan kromosom yang tidak normal. Kelainan genetik pada kromosom nomor 21 ini pertama kali dikenal pada 1866 oleh Dr. John Longdon Down.

Walaupun memiliki keterbatasan secara fisik dan mental, orang dengan Down Syndrome banyak yang berprestasi berkat perawatan kesehatan, pendekatan pengajaran, serta penanganan yang efektif.

Kembali pada cerita Small. Selain pernah bekerja tanpa dibayar di dua restoran ternama di Liverpool, Small juga kesulitan mencari pekerjaan yang dapat memberinya upah walaupun ia telah memiliki kompetensi yang diakui.

Tawaran pekerjaan mulai berdatangan setelah beberapa selebriti seperti komedian Jason Manford dan Boothby Graffoe ikut menyebarkan kampanye daring itu.

Small menerima tawaran dari Wilson's Kitchen untuk bekerja pada hari Sabtu di bisnis restoran kecil-kecilan milik keluarga yang terletak di daerah Old Swan tersebut. Sebuah sekolah untuk anak-anak dengan autisme juga telah menantinya untuk melakukan wawancara.

Pemuda 26 tahun itu bekerja sebagai Asisten Dapur di Wilson's Kitchen. Hari kerja pertamanya dilalui dengan lancar. Usaha Small mencari-cari pekerjaan selama sembilan tahun terakhir pun tak sia-sia.

"(Kami) sangat terharu dengan tanggapan atas kisah luar biasa ini, kami senang memiliki Ben di dapur. Dia pantas mendapatkan sebuah pekerjaan sama seperti orang lain yang dapat dan ingin bekerja," tulis Wilson's Kitchen di Facebook.

"Sangat menyenangkan melihat Ben mendapatkan pekerjaan di tempat yang dijalankan oleh keluarga yang baik. Teramat bahagia untuknya," tulis Emma Lowe, salah seorang yang menanggapi tulisan Wilson's Kitchen di Facebook.

Keluarga Small sangat berterima kasih kepada siapapun atas dukungan luar biasa dalam membantu menyebarkan kampanye #GiveBenAJob. Orang tua Small berharap kelak pemuda dengan Down Syndrome itu dapat bekerja lebih dari 16 jam seminggu.

(mer/mer)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK