Orang Tua Perokok Berisiko Sebabkan Gangguan ADHD pada Anak

Windratie, CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2015 10:43 WIB
Orang Tua Perokok Berisiko Sebabkan Gangguan ADHD pada Anak Ada hubungan yang signifikan dan substansial antara perokok pasif yang terpapar di rumah dan frekuensi yang tinggi masalah mental secara global. (CNN Indonesia internet/ Pixabay/Alexas_Fotos)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak-anak yang terpapar asap tembakau di rumah, tiga kali lebih mungkin mendapatkan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas atau attention deficit hyperactive disorder (ADHD) dari anak-anak yang tidak terpapar asap rokok, menurut studi terbaru di Spanyol, seperti dilansir dari laman Reuters.

Hubungannya sangat kuat untuk anak-anak yang terpapar satu atau lebih dari satu jam asap rokok setiap hari, kata penulis penelitian tersebut. Hasil tersebut terkuak ketika peneliti meneliti kesehatan mental orang tua dan faktor lainnya.

“Kami menemukan hubungan yang signifikan dan substansial antara perokok pasif yang terpapar di rumah dan frekuensi yang tinggi masalah mental secara global,” kata para peneliti dalam jurnal Tobacco Control.


Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, dua dari setiap lima anak di AS terpapar asap rokok sebagai perokok pasif secara terus-menerus.

Alicia Padron dari University of Miami Miller School of Medicine di Spayol menganalisis data Survei Wawancara Badan Kesehatan Nasional Spanyol, dari kurun 2011 sampai 2012. Orang tua dari sekitar 2,357 anak-anak berusia empat sampai dua belas tahun melaporkan jumlah waktu anak-anak mereka terpapar asap rokok setiap hari.

Para orang tua ditugasi mengisi kuesioner yang dirancang untuk mengevaluasi kesehatan mental anak-anak mereka. Hasilnya, sekitar delapan persen dari anak-anak memiliki kemungkinan gangguan mental.

Sekitar tujuh persen dari anak-anak terpapar asap rokok selama kurang dari satu jam per hari. Lalu, sekitar 4,5 persen terpapar selama satu jam atau lebih setiap hari.

Setelah melihat kesehatan mental orang tua dan struktur keluarga, status sosial ekonomi jadi pertimbangan. Anak-anak yang terpapar asap rokok selama kurang dari satu jam per hari, 50 persen lebih mungkin memiliki beberapa gangguan mental, dibandingkan dengan anak yang tidak terkena sama sekali.
 
Sementara itu, anak-anak yang biasanya terpapar asap rokok satu jam atau lebih setiap hari, tiga kali lebih mungkin memiliki gangguan mental. Anak-anak terpapar asap rokok kurang dari satu jam per hari, dua kali lebih mungkin memiliki ADHD. Lalu, anak-anak yang terpapar asap rokok satu jam atau lebih setiap hari, tiga kali lebih mungkin memiliki ADHD.

“Hubungan antara asap rokok dan masalah mental secara global sebagian besar disebabkan oleh dampak asap rokok pada perokok pasif yang terpapar asap rokok terhadap gangguan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas,” tulis para peneliti.

Lucy Popova dari Pusat Penelitian dan Pengendalian Tembakau di Universitas California, San Francisco, mengatakan, ada banyak bukti tentang bahaya asap rokok pada kesehatan fisik.  

“Tapi penelitian tentang pengaruh asap rokok pada kesehatan mental hanya muncul pada studi ini. Penelitian ini adalah bukti bahwa paparan asap rokok bertanggung jawab atas masalah kognitif dan perilaku,” katanya.

“Jadi, orang tua tidak seharusnya mengekspos anak-anak mereka (dengan asap rokok). Hal yang terbaik untuk dilakukan adalah berhenti (merokok),” katanya. (win/win)