Dalam studi tersebut, para peneliti mencatat bahwa ketika seorang individu yang terinfeksi malaria mengonsumsi sildenafil (Viagra), obat menyebabkan parasit di dalam sel-sel darah merah menjadi ‘kaku’. Hal ini menyebabkan seluruh sel menjadi kurang fleksibel, seperti dilansir dari laman Medical Daily.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Strategi ini membuka jalan baru menuju desain intervensi baru untuk menghentikan penyebaran malaria ke manusia," kata Ghania Ramdani, ilmuwan yang memimpin penelitian ini, seperti dilansir The Mirror.
Sebelum Viagra diberikan kepada pasien malaria, obat aktif akan dimodifikasi untuk membantu mencegah efek ereksi yang ditimbulkan oleh obat.
Malaria adalah kondisi serius dan kadang-kadang fatal. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) memperkirakan bahwa di seluruh dunia ada sekitar 198 juta kasus malaria setiap tahun dan menyebabkan 500 ribu kematian. Kondisi ini menyebabkan demam, menggigil, sakit kepala, berkeringat, mual, dan muntah.
(mer)