Dampak Keranjingan Jejaring Sosial terhadap Pernikahan

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 13/05/2015 09:40 WIB
Dampak Keranjingan Jejaring Sosial terhadap Pernikahan Salah satu alasan paling mengejutkan perceraian adalah keranjingan jejaring sosial. (Thinkstock/AnaBGD)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada banyak alasan perceraian. Salah satu alasan paling mengejutkan adalah keranjingan jejaring sosial.

Seperti dilansir Boldsky.com, teknologi memang memudahkan kehidupan. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, teknologi dapat menjadi bumerang.

Salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah ketika masyarakat lebih memilih untuk berbincang melalui dunia maya bersama orang tak dikenal ketimbang bercengkerama dengan keluarga sendiri.


Dengan tuntutan zaman, sangat penting memegang telepon genggam di telapak tangan. Sering kali, mata seseorang lebih sering tertuju pada telepon genggam ketimbang keluarga di sekitar.

Sebenarnya, ini mungkin terlihat normal. Namun, setelah melalui hari demi hari, banyak keluarga menghadapi masalah miskomunikasi. Berikut adalah beberapa cara media sosial menghancurkan pernikahan.

Waktu
Saat menjalin hubungan, orang butuh menghabiskan waktu bersama. Kurangnya waktu bersama adalah salah satu alasan jejaring sosial dapat menghancurkan pernikahan.

Penghindaran
Disadari atau tidak, pasangan yang sibuk berselancar di jejaring sosial memberikan perasaan menghindar. Ini akan menjadi musuh hebat dalam hubungan pernikahan.

Faktor mantan
Dengan kecanggihan teknologi, kini sangat mudah untuk mengecek status terbaru dari mantan kekasih. Ingat, ini adalah ancaman besar bagi pernikahan.

Pemaparan citra diri
Tak peduli seberapa keras seseorang berusaha menjadi pasangan yang sempurna, profil sosial media hanya akan merefleksikan karakter baik diri seseorang. Jika tidak menunjukkan kepribadian sesungguhnya, media sosial juga dapat menghancurkan pernikahan.

Privasi
Privasi memang dibutuhkan dalam sebuah hubungan. Namun, jika seseorang terlalu banyak menyembunyikan rahasia jejaring sosial dari pasangannya, perpecahan mungkin saja terjadi.

Menyebarkan informasi berlebih
Saat berbicara tentang pengaruh media sosial terhadap pernikahan, publik juga harus mengetahui batasan informasi yang dapat disebarkan. Jika tidak, pasangan dapat berprasangka buruk.

Kecemburuan
Suami dan istri bisa terobsesi dengan media sosial ketika meng-update status hampir setiap menit. Ini bisa menjadi sandungan terhadap pernikahan karena kecemburuan buta.

Prioritas
Ada banyak pilihan jejaring sosial yang dapat ditelusuri. Jika tidak bijak memilih keluarga atau media sosial, hubungan pernikahan terancam gagal.

Menggoda
Ketika bermain media sosial, terkadang seseorang melontarkan godaan tertentu. Jika hal tersebut terjadi, hubungan bisa retak.

Salah pilih teman
Salah satu cara media sosial menghancurkan pernikahan adalah dengan memudahkan menjalin pertemanan dengan orang yang bisa saja berbahaya.


(mer/mer)