Dokter mendiagnosisnya menderita melanoma maligna oral — kanker kulit di mulut — menurut laporan kasus yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melanoma maligna oral adalah penyakit langka. Melanoma jenis ini diyakini muncul karena melanosit — sel penghasil pigmen tubuh — yang hadir di daerah mukosa tubuh, termasuk sinus, hidung, dan rongga mulut, menurut Mayo Clinic.
Kemampuan mereka untuk berkembang menjadi sel-sel kanker dapat menyebabkan melanoma ganas.
Kanker kulit langka ini tidak berhubungan atau terpengaruh oleh paparan ultraviolet, tidak seperti kebanyakan kasus kanker kulit. Ini juga tidak memiliki hubungan yang jelas dengan peristiwa kimia, termal, atau fisik, seperti merokok, konsumsi alkohol, atau kebersihan mulut yang buruk.
Pigmentasi oral pada perempuan umumnya terjadi pada pasien dengan melanoma maligna oral. Pasien sering melihat perubahan warna — mulai dari cokelat muda sampai biru-hitam, merah, atau ungu — berkembang selama berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun sebelum menerima diagnosis.
Melanoma maligna oral sering tidak terdeteksi sampai masuk ke tahap akhir. Prognosis yang buruk membuat kelangsungan hidup lima tahun hanya di kisaran 10 sampai 25 persen. Tingkat harapan hidup rata-rata kurang dari dua tahun.
Meskipun jarang terjadi, kanker kulit merupakan penyakit tak bergejala tapi mematikan.
(mer)