Ayah HIV Positif Mengunggah Foto Keluarga dengan HIV Negatif

Windratie, CNN Indonesia | Rabu, 20/05/2015 12:15 WIB
Ayah HIV Positif Mengunggah Foto Keluarga dengan HIV Negatif Andrew Pulsipher, pengidap HIV positif, memposting foto keluarganya yang HIV negatif di Facebook. (CNN Indonesia internet/ Dok. Akun Facebook Andrew Pulsipher)
Jakarta, CNN Indonesia -- Andrew Pulsipher terlahir dengan virus HIV. Ayahnya meninggal karena AIDS, saat itu usianya masih empat tahun. Ibunya juga meninggal karena AIDS, empat tahun sesudah kepergian sang ayah, ketika usia Andrew delapan tahun.

Dia pun dibesarkan oleh bibi dan pamannya, dengan pendidikan normal seperti anak pada umumnya. Selama 33 tahun, hampir tidak ada yang tahu dia hidup dengan virus tersebut.

Namun, Pulshipher berubah pikiran baru-baru ini. Dia menyebarkan gambar dirinya, istri, dan ketiga anaknya di halaman Facebook.


Pulshipher ingin menunjukkan, seperti apa potret keluarga sehat dengan  seorang anggota keluarga yang mengidap HIV positif. Tujuannya untuk memecah stigma tentang virus HIV dan mendidik masyarakat.

Pulsipher (34) yang tahun ini akan merayakan ulang tahun pernikahan ke-10 dengan istrinya, Victoria, menulis, “Saya tahu HIV memiliki stigma negatif, tetapi seharusnya tidak seperti itu, dan saya ingin mengubah hal tersebut. Ini adalah penyakit yang dapat diobati, dan Anda dapat memiliki kehidupan normal dengan ini.”

“Saya ingin mendidik masyarakat sehingga kita bisa melewati pertanyaan 'bagaimana Anda bisa mendapat penyakit tersebut?' menjadi 'bagaimana Anda menjalani hidup Anda dengan penyakit itu?'," katanya.

Di bawah gambar di Facebook itu, Pulsipher mengatakan, “Memiliki keluarga negatif dapat menjadi hal yang paling positif di dalam hidup Anda.” Saat ini, postingan foto tersebut saat ini sudah dibagikan sekitar 12  ribu kali.

Ketika Pulshipher pertama kali mengatakan ke Victoria bahwa dia mengidap HIV positif, kekasihnya itu dapat menerima. “Hanya agak menduga saya bisa mendapatkannya (HIV) juga, tapi saya bisa menerima itu karena saya mencintainya dan saya ingin bersamanya,” katanya kepada situs 12 News.

Anak pertama mereka hadir setelah pasangan ini menggunakan perawatan kesuburan. “Kami melakukan metode yang disebut sebagai pencucian sperma,” kata Pulsipher di Facebook.

“Saya memberikan sampel dan mereka mencuci dan menjaga sperma, lalu dengan perawatan kesuburan kami mencoba dan akhirnya istri saya hamil.”

Butuh tiga kali upaya bagi pasangan tersebut sampai akhirnya bisa memiliki anak pertama mereka. Namun, karena virus HIV Pulsipher 'tidak terdeteksi', dia dan istrinya memilih untuk memiliki anak keduanya secara normal.

Risiko Victoria terserang HIV positif ketika virus di tubuh suaminya 'tidak terdeteksi' adalah satu persen, katanya. Pulsipher menegaskan bahwa dia dan istrinya selalu menggunakan pengaman saat berhubungan, meskipun kesehatannya baik, kecuali jika mereka mencoba untuk memiliki anak.

Sejak memposting foto dan cerita tentang keluarga, Pulsipher telah menerima ratusan pesan dukungan di Facebook. Orang-orang menyebut lelaki ini sebagai inspirasi.


(win/mer)