Tapi dia mengakui peluangnya sangat tipis. “Saya membutuhkan bantuan Anda. Kami membutuhkan bantuan Anda. Kalau tidak, saya tidak bisa mendapatkan perawatan. Saya siap untuk mendapatkan yang lebih baik,” kata Farrokh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Youtube]
“Hanya ada satu rumah sakit di negara ini yang mengkhususkan diri merawat pasien dengan masalah berat badan dan saya ingin membawanya ke sana,” tulis Edmondson di situs penggalangan dana GoFundMe.
“Jika tubuhnya menerima terlalu banyak kalori, metabolisme tubuhnya akan ‘menendang’ dan dia akan kehilangan lebih banyak berat badan. Ini adalah situasi medis yang sangat pelik.”
Edmondson mengatakan berat badan istrinya terlalu rendah dan tidak memenuhi persyaratan berat mininum untuk perawatan di rumah sakit. Farrokh pun kini hanya bisa terbaring di tempat tidur dan Edmondson-lah yang membantunya memenuhi kebutuhan sehari-hari, dari makan hingga mandi.
“Waktu sangat penting dan saya tidak ingin kehilangan orang yang paling penting dalam hidup saya,” ujar Edmondson.
Awal mula menurunkan berat badan
Rachael Farrokh dan suaminya, sebelum berat badannya turun drastis (Dok. Facebook/Rod Edmondson) |
Farrokh awalnya menurunkan berat badan karena ingin mendapatkan bentuk perut yang lebih baik. Namun, kehilangan pekerjaan dan harus berurusan dengan memori yang menyakitkan menyebabkannya menderita anoreksia.
“Bahkan dalam mimpi, saya bermimpi bagaimana (bentuk) tubuh saya dulu,” kata Farrokh kepada ABC News. Farrokh juga mengatakan berat badannya yang sangat rendah membuat otaknya bekerja lebih lambat dan lebih pelupa.
“Saya ingin penderita anoreksia lainnya mendengar ini. Ini menyedihkan. Semuanya terasa sakit dari kepala hingga jari kaki,” ujarnya.
(mer)
Rachael Farrokh dan suaminya, sebelum berat badannya turun drastis (Dok. Facebook/Rod Edmondson)