'Bocah Benjamin Button', Umur 4 Tahun Tapi Bertubuh Lansia
Merry Wahyuningsih | CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2015 09:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Seperti kebanyakan anak berusia 4 tahun, Franco Villavicencio suka menonton film kartun dan bermain bersama saudara-saudaranya. Tapi tidak seperti anak-anak lain seusianya, penyakit langka membuat tubuh Franco yang masih balita seperti kakek-kakek renta.
Franco sangat suka bermain dengan saudara-saudaranya, tapi sukacita itu tak akan berlangsung lama. Meski pikirannya tetap muda, tubuh bocah lucu ini terus menua lebih cepat. Kesehatannya akan semakin memburuk layaknya seorang lansia.
(Baca juga: Hayley Okines, Remaja Bertubuh Nenek-nenek Usia 100 Tahun)
Dilansir Mayo Clinic, progeria yang juga dikenal dengan sindrom Hutchinson-Gilford, merupakan kelainan genetik langka yang menyebabkan anak-anak mengalami percepatan usia yang dimulai pada dua tahun pertama kehidupan.
Penyakit ini mengambil nama dari kata Yunani 'proeros’, yang berarti tua sebelum waktunya. Ini melibatkan protein mutan disebut progerin yang mempercepat penuaan fisik.
Anak-anak dengan progeria umumnya tampak normal saat lahir. Selama tahun pertama, tanda dan gejala, seperti pertumbuhan yang lambat dan rambut rontok, mulai muncul.
Masalah jantung atau stroke adalah penyebab kematian sebagian besar anak-anak dengan progeria. Harapan hidup rata-rata untuk penderitanya adalah sekitar 13 tahun, tetapi beberapa bisa meninggal lebih cepat dan beberapa bisa hidup hingga 20 tahun atau lebih.
Tidak ada obat untuk progeria, tetapi penelitian yang sedang berlangsung menunjukkan beberapa janji untuk perawatan.
(mer)
Franco sangat suka bermain dengan saudara-saudaranya, tapi sukacita itu tak akan berlangsung lama. Meski pikirannya tetap muda, tubuh bocah lucu ini terus menua lebih cepat. Kesehatannya akan semakin memburuk layaknya seorang lansia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Mayo Clinic, progeria yang juga dikenal dengan sindrom Hutchinson-Gilford, merupakan kelainan genetik langka yang menyebabkan anak-anak mengalami percepatan usia yang dimulai pada dua tahun pertama kehidupan.
Penyakit ini mengambil nama dari kata Yunani 'proeros’, yang berarti tua sebelum waktunya. Ini melibatkan protein mutan disebut progerin yang mempercepat penuaan fisik.
Anak-anak dengan progeria umumnya tampak normal saat lahir. Selama tahun pertama, tanda dan gejala, seperti pertumbuhan yang lambat dan rambut rontok, mulai muncul.
Masalah jantung atau stroke adalah penyebab kematian sebagian besar anak-anak dengan progeria. Harapan hidup rata-rata untuk penderitanya adalah sekitar 13 tahun, tetapi beberapa bisa meninggal lebih cepat dan beberapa bisa hidup hingga 20 tahun atau lebih.
Tidak ada obat untuk progeria, tetapi penelitian yang sedang berlangsung menunjukkan beberapa janji untuk perawatan.
(mer)