Bayi dalam Perut Lebih Suka Dielus Daripada Diajak Bicara
Christina Andhika Setyanti | CNN Indonesia
Rabu, 24 Jun 2015 08:45 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat sedang hamil, ibu hamil sebaiknya jangan malas mengusap-usap perutnya. Menurut penelitian terbaru, janin lebih merespons rangsangan sentuhan dibandingkan dengan suara.
Perilaku yang ditiru adalah lewat suara, sentuhan dan tidak sama sekali. Para peneliti meneliti 23 bumil sehat yang memiliki usia kehamilan antara 21-33 minggu. Bumil yang ditempatkan ke dalam ruangan gelap dan diminta melakukan tiga perilaku yang berbeda.
Di kelompok pertama, ibu diminta membacakan cerita untuk calon bayinya, baik itu Little Three Pigs atau Jack and the Beanstalk. Di kelompok lain, para ibu diminta membelai dan mengusap perut mereka. Di situasi kontrol ketiga, ibu diminta meletakkan tangan di sisi tubuhnya.
Sementara tiga hal ini dilakukan, peneliti menggunakan sonografi untuk melacak respons janin mereka. Mereka menemukan bahwa saat ibu mengelus perutnya, tangan, kepala dan mulut janin akan lebih banyak bergerak.
"Meskipun ini sangat spekulatif untuk disarankan, karena mungkin sekali ada kenaikan gerakan lengan dalam menanggapi sentuhan ibu ini juga disebabkan karena tanggapan terhadap sumber rangsangan," kata penulis.
(chs/mer)
Perilaku yang ditiru adalah lewat suara, sentuhan dan tidak sama sekali. Para peneliti meneliti 23 bumil sehat yang memiliki usia kehamilan antara 21-33 minggu. Bumil yang ditempatkan ke dalam ruangan gelap dan diminta melakukan tiga perilaku yang berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara tiga hal ini dilakukan, peneliti menggunakan sonografi untuk melacak respons janin mereka. Mereka menemukan bahwa saat ibu mengelus perutnya, tangan, kepala dan mulut janin akan lebih banyak bergerak.
"Meskipun ini sangat spekulatif untuk disarankan, karena mungkin sekali ada kenaikan gerakan lengan dalam menanggapi sentuhan ibu ini juga disebabkan karena tanggapan terhadap sumber rangsangan," kata penulis.
(chs/mer)