Bahaya yang Mengintai Bila Pembalut Wanita Mengandung Klorin

Hanna Azarya Samosir, Merry Wahyuningsih, CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2015 14:21 WIB
Bahaya yang Mengintai Bila Pembalut Wanita Mengandung Klorin Ilustrasi (MrKornFlakes/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil penelitian yang dilakukan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menunjukkan ada sembilan merek pembalut wanita dan tujuh merek pantyliner yang beredar di Indonesia mengandung zat kimia klorin. Zat tersebut dapat mengancam kesehatan tubuh penggunanya.

"Ada sembilan merek pembalut dan tujuh pantyliner yang mengandung klorin yang bersifat racun," ujar peneliti dari YLKI, Arum Dinta, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (7/7).
Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa pembalut yang mengandung klorin paling banyak adalah merek CHARM dengan 54,73 ppm. Menyusul di belakang CHARM, Nina Anion menempati posisi kedua dengan kandungan klorin sebanyak 39,2 ppm.

Merek My Lady berada di posisi ketiga dengan kandungan klorin 24,4 ppm dan menyusul di bawahnya VClass Ultra dengan 17,74 ppm. Sementara itu, Kotex, Hers Protex, LAURIER, Softex, dan SOFTNESS juga masuk dalam daftar dengan kandungan klorin 6-8 ppm.


Selain pembalut, kandungan klorin juga ditemukan pada tujuh merek pantyliner, yaitu V Class, Pure Style, My Lady, Kotex Fresh Liners, Softness Panty Shields, CareFree superdry, LAURIER Active Fit.

Menurut Arum, klorin sangat berbahaya bagi kesehatan reproduksi perempuan. Selain keputihan, gatal-gatal, dan iritasi, klorin juga dapat menyebabkan kanker.

"Klorin itu terdapat dalam dioksin yang bersifat karsinogenik. Menurut WHO, ada 52 juta berisiko terkena kanker serviks, salah satunya dipicu oleh zat-zat dalam pembalut,” ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi.

Mengenal bahan kimia klorin

Dilansir dari laman resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), klorin merupakan salah satu bahan kimia yang paling sering diproduksi di Amerika Serikat. Bahan kimia ini banyak digunakan dalam industri dan ditemukan di beberapa produk rumah tangga. Namun, klorin kadang-kadang ditemukan dalam bentuk gas beracun.

Penggunaan klorin yang paling penting adalah sebagai pemutih dalam pembuatan kertas dan kain, tetapi juga digunakan untuk membuat pestisida (pembunuh serangga), karet, dan pelarut.

Klorin digunakan dalam air minum dan air kolam renang untuk membunuh bakteri berbahaya, juga digunakan sebagai bagian dari proses sanitasi limbah industri.

Klorin dapat memengaruhi kesehatan, tergantung pada tingkat dan durasi paparan. Klorin bersifat korosif dan mengiritasi pada mata, kulit, dan saluran pernapasan bila berbentuk gas atau cair.