Usir Masuk Angin dan Pegal di Warung Jahe 'Mbah Jo'

Damar Sinuko , CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2015 13:51 WIB
Usir Masuk Angin dan Pegal di Warung Jahe 'Mbah Jo' Mbah Jo dan minuman rempah plus jahenya yang berkhasiat untuk kesegaran tubuh. (CNN Indonesia/ Damar Sinuko)
Semarang, CNN Indonesia -- Tak sedikit warung wedang yang menjual wedang jahe. Namun di Semarang, ada warung kecil yang terkenal dengan minuman jahe rempahnya yang berkhasiat menghilangkan masuk angin dan pegal-pegal.

Warung jahe Mbah Jo yang ada di jalan Menteri Supeno Semarang, tepatnya di belakang kantor Gubernur Jateng, tak pernah sepi dari pengunjung.

Warung jahe Mbah Jo, Semarang tak pernah sepi pengunjung. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)

Pemilik warung, Tukijo (57) warga Gergaji Pelem Mugas Sari Semarang, seperti hampir tak henti  meladeni pengunjung yang memesan beberapa minuman ramuan jahe.


Di warungnya, pria berambut putih kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah ini menyuguhkan aneka ramuan jahe seperti jahe rempah, jahe kencur, jahe temulawak, jahe jeruk, jahe kunir, kopi jahe dan teh jahe.

Minuman tradisional inipun memiliki manfaat atau khasiat yang beragam untuk menyehatkan tubuh. Jahe rempah yang terdiri dari jahe merah, temulawak, kencur, kunir dan jeruk nipis adalah minuman favorit yang kerap dipesan pengunjung, karena berkhasiat menyingkirkan masuk angin dan rasa pegal-pegal karena kecapekan.

Selain jahe rempah, di warung Mbah Jo juga ada ramuan jahe jeruk yang berkhasiat menyembuhkan batuk, serta jahe kencur, jahe temulawak dan jahe kunir dengan tambahan bunga rosela kering untuk menurunkan kolesterol dan meningkatkan daya tahan tubuh serta stamina tubuh.

Yang menarik, dalam meramu, jahe merah ditumbuk bersama bahan- bahan lainnya yang kemudian diberi gula batu untuk pemanis dan diseduh dengan air panas mendidih.

"Saya paling seneng ya jahe rempah. Di tubuh hangat, masuk angin dan capek-capek bisa hilang, tidur pulas,” ujar Feri, karyawan swasta pelanggan warung Mbah Jo.

Untuk minuman ramuan jahe di Mbah Jo harganya Rp5 ribu per gelas. Untuk cemilan, dijajakan gorengan seperti tempe mendoan, tape goreng, mentho yang terbuat dari parutan singkong, kelapa dan kacang tolo  dan pisang rebus atau yang biasa disebut gedang godok.

Berjualan minuman jahe rempah ini sendiri sudah ditekuni Mbah Jo sejak tahun 1985, dimana pengetahuan khasiat dan manfaat dari jahe didapatkan dari kakeknya.

"Khasiat dan manfaat jahe ini dari kakek saya. Turun temurun. Saya coba terus membuktikan sendiri khasiatnya,” Mbah Jo mengungkapkan.

Warung jahe Mbah Jo ini buka setiap hari dari jam 6 pagi sampai jam 10 malam. Bagi anda yang singgah di Kota Semarang dalam kondisi masuk angin atau capek, tak ada salanya mengaso sambil mencicipi manfaat hangat ramuan jahe di warung Mbah Jo.



Mbah Jo, mengolah ramuan rempah plus jahe yang bisa dibawa pulang, tak harus diminum di tempat. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
(utw/utw)