Tentu saja interaksi yang terjalin antara orang tua dan anak tak boleh asal-asalan. Secara psikologi, ada dua ‘jurus’ interaksi orang tua dan anak yang bisa meningkatkan kepercayaan diri si kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalkan si anak baru pertama kali naik lift. Nah, orang tuanya jelasin ke anaknya kalau lift itu naik turun," ucap Vera.
Untuk mendukung tipe interaksi tersebut, tipe interaksi kedua, yakni proses dukungan, juga harus dilakukan oleh orang tua.
Maksudnya, ketika sang anak sedang memahami sesuatu yang baru, orang tua harus selalu memberikan dukungan terhadap apa yang anak itu lakukan. "Misalnya dengan mengatakan Good Job! kepada anak," kata Vera menjelaskan.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak ketika mereka sedang memahami sesuatu yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.
Vera mengatakan, kedua tipe interaksi ini akan membuat hormon bahagia anak meningkat, sehingga si anak tidak mudah stres.
(mer)