Lemak trans, yakni sekelompok asam lemak yang dihasilkan dari minyak tumbuhan dan umumnya ditambahkan ke dalam makanan olahan, secara kuat dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes tipe dua.
Di banyak negara, lemak trans belakangan menjadi subjek pemberantasan, dan kini mewakili sekitar 0,7 persen asupan energi harian orang dewasa di Inggris menyusul banyaknya aksi dari produsen dan pengecer makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, tindakan spesifik misalnya mengubah label makanan, atau melarang restoran-restoran memakai minyak trans bisa menyelamatkan masing-masing sekitar 1.800 dan 3.500 jiwa. Alison Tedston, kepala ahli gizi di Public Health England mengatakan, bahwa konsumsi minyak trans di Inggris sudah dalam tingkat yang direkomendasikan.
Meskipun demikian, profesor Peter Weissberg, direktur medis dari British Heart Foundation mengatakan bahwa lemak trans tidak memiliki manfaat yang diketahui, dan ada risiko kesehatan yang nyata sehingga banyak negara berupaya mengurangi konsumsinya.
(win/mer)