Radang Amandel Menahun Bisa Sebabkan Infeksi Jantung

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2015 13:49 WIB
Sekilas radang amandel dan infeksi jantung seperti tidak memiliki keterkaitan. Tapi, dokter mengatakan kedua penyakit itu ada hubungannya. Ilustrasi (Getty Images/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekilas radang amandel dan infeksi jantung seperti tidak memiliki keterkaitan. Tapi, dokter spesialis penyakit dalam dan jantung Djoko Maryono mengatakan kedua penyakit itu ada hubungannya.

Djoko mengatakan radang amandel bisa memicu infeksi jantung akibat adanya bakteri streptokokus beta hemolitikus. Sebelum mengendap di jantung biasanya bakteri tersebut mengendap di tonsil.

"Anak-anak yang punya radang amandel menahun tidak diobati dengan baik bisa berakibat infeksi jantung. Radang harus diobati dengan baik agar hal ini tidak terjadi," kata Djoko saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (16/9).


Ia menjelaskan bakteri streptokokus beta hemolitikus tersebut jika sampai mengendap di jantung akan merusak katup serta otot jantung. Bahkan, apabila sampai ke ginjal, bakteri juga akan merusak ginjal.

Namun, Djoko mengatakan saat ini kasus tersebut jarang ditemukan karena sudah banyak penisilin dan antibiotik yang bekerja dengan baik.

Kendati demikian, ia tetap menganjurkan jika radang amandel menyerang Anda atau anak-anak Anda segera obati. Sebab, bukan tidak mungkin infeksi jantung mengintai jika radang amandel dibiarkan lama bersarang di tenggorokan.

Radang amandel atau yang sering disebut tonsilitis sering dialami oleh anak-anak. Radang ini biasanya terjadi di dua kelenjar kecil yang terdapat di dalam tenggorokan.

Amandel merupakan sebuah organ yang berfungsi sebagai pencegah infeksi terutama pada anak-anak. Tapi, semakin bertambah umur, kekebalan tubuh makin kuat dan fungsi amandel akan tergantikan. Lama kelamaan amandel akan menyusut karena tidak dibutuhkan tubuh lagi.

Sebagian besar radang amandel disebabkan oleh virus dan bakteri. Gejala orang yang terkena radang amandel akan merasakan sakit kepala, demam, nyeri tenggorokan saat menelan, dan batuk. Gejala ini bisa dirasakan selama berhari-hari.

(mer)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK