Kepala BBPOM Jakarta Dewi Prawitasari pernah mengatakan untuk jajanan anak sekolah yang berbahaya mencapai 17 persen. Sementara untuk nasional, paling tidak sekitar 11 persen jajanan tergolong jenis yang berbahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rini juga menganjurkan agar sebelum membeli jajanan harus memerhatikan kebersihannya. Anda bisa memerhatikan tempat berjualannya dan kondisi di sekitarnya.
Pilihlah makanan yang diletakkan dalam tempat tertutup, tidak kena sinar matahari langsung serta tidak terkena debu dan polusi. Apalagi sampai dihinggapi serangga, hama, maupun berada di dekat hewan lainnya.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia itu juga mengatakan agar memilih makanan yang masih dalam kondisi panas. "Kalau makanannya panas kumannya pasti mati," ujar dia.
Untuk memastikan makanan aman dikonsumsi, suhu memasak harus di atas 70 derajat Celcius. Terutama jika jajanan tersebut mengandung daging.
Tak lupa, Rini juga berpesan agar para orang tua memerhatikan jajanan anaknya sehingga apa yang mereka beli masih memenuhi standar gizi.
"Anak-anak harus diajarkan tentang hal ini. Kalau bisa diajarkan pra sekolah. Di TK kan mereka sudah jajan, sehingga perilaku hidup sehat sudah bisa diajarkan sejak awal," kata Rini.
(mer)