Kopi adalah salah satu minuman favorit yang biasa diminum untuk menemani momen tersebut.
"Kalau wine itu minumannya para bangsawan, sedangkan bir itu minumannya para pekerja, nah kalau kopi ya minumannya kaum terpelajar,"Adi Taroepratjeka, seorang barista. |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan alkohol, selain memabukkan, minuman itu memberikan efek buruk terhadap obrolan kita dengan teman-teman.
"Asyik sih dengan alkohol kalau lagi ngobrol bareng temen-temen, tapi besoknya kita sudah lupa tuh dengan apa yang kita bicarakan semalam dengan teman-teman kita," kata Adi sambil tertawa.
"Kalau wine itu minumannya para bangsawan, sedangkan bir itu minumannya para pekerja, nah kalau kopi ya minumannya kaum terpelajar," Adi menjelaskan.
Lebih lanjut, Adi menceritakan sebuah sejarah yang menggambarkan bahwa kopi adalah minumannya orang-orang berintelektual tinggi.
"Dulu, pada saat revolusi perancis, Voltaire (seorang filsuf Perancis) dan kawan-kawannya berkumpul di kedai kopi kalau mau berdiskusi," ucapnya.
Hal tersebut menggambarkan, obrolan dari orang-orang peminum kopi memiliki bobot yang tinggi.
"Coba saja pada saat itu sudah ada CCTV, kita bisa merekam pembicaraan Voltaire dan kawan-kawannya dan membuktikan bahwa obrolan mereka sangat 'berat' dan berisi."
(utw/utw)