Para peneliti dari Universitas California, Irvine, merasa yakin bahwa kontrol otak secara langsung dapat membuat kaki seseorang bisa berjalan kembali, berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of NeuroEngineering and Rehabilitation.
Berdasarkan studi tersebut, peserta yang identitasnya dirahasiakan demi melindungi privasinya, mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya. Dia merupakan penderita kelumpuhan yang dapat berjalan kembali tanpa bantuan anggota badan robot yang dikendalikan secara manual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bahkan setelah bertahun-tahun kelumpuhan, otak masih bisa menghasilkan gelombang otak yang kuat yang dapat dimanfaatkan untuk mengaktifkan dasar untuk berjalan,” kata An Do, salah seorang pemimpin penelitian, seperti dilansir dari laman NY Daily.
Periode pengujian selama 19 minggu mengaktifkan kemampuan berjalan peserta melalui pelatihan mental. Pertama, dia duduk mengenakan topi EEG dan memasuki dunia virtual. Lelaki itu kemudian berhasil berjalan, sambil tergantung dua inci dari permukaan lantai di mana dia bisa menggerakkan kakinya tanpa alat dukung.
Pada kunjungan ke-20, dia akhirnya bisa berjalan di atas lantai tanpa mengenakan alat pendukung berat tubuh yang menjaganya agar tidak jatuh.
[Gambas:Youtube]
(win/utw)