Hotel 'The Shining' Akan Jadi Museum Horror
Lesthia Kertopati | CNN Indonesia
Rabu, 28 Okt 2015 20:06 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Para penggemar film horror pastilah ingat dengan film mengerikan karya Stephen King berjudul ‘The Shining’. Film bergenre thriller itu mengisahkan tentang keluarga penjaga hotel
, dimana sang ayah berubah gila dan mulai membunuhi penghuni hotel
serta anak-anaknya.
Konon, Hotel
Stanley di Estes Park, Colorado, Amerika Serikat, menjadi inspirasi King untuk membuat novel yang kemudian difilmkan tersebut. Melansir laman Los Angeles Times, pekan lalu, telah diumumkan kontrak yang menjadikan Hotel
Stanley sebagai Stanley Film Center. Nantinya, fasilitas itu akan menjadi museum horor, auditorium, ruang pameran, juga panggung musik.
Tentu saja bukan proyek murah menjadikan sebuah hotel
lawas sebagai pusat budaya. Diperkirakan proyek Hotel Stanley akan menghabiskan dana US$24 juta.
Tapi, museum horor Stanley diproyeksikan akan meraup pundi-pundi hingga US$11,5 juta bagi industri wisata Colorado, demikian Times melaporkan.
Hotel Stanley merupakan salah satu hotel bersejarah di area pegunungan Rocky. Dibangun pada 1909, hotel tersebut sudah kehilangan pamornya pada era 70an. Bahkan Hotel Stanley pernah punya gelar sebagai ‘hotel hantu’.
Hal itu lah yang kemudian menarik perhatian Stephen King yang kemudian menginap disitu dan melahirkan novel tersohornya, The Shining, pada tahun 1977.
Novel itu sontak mengembalikan kejayaan Hotel Stanley sekaligus mengokohkan landmark tersebut sebagai tempat berhantu.
Kini, Hotel Stanley menawarkan tur hantu pada para pengunjung dan setiap tahunnya, pada malam Halloween, mereka menggelar festival seram ‘3 Nights of Fright’. Sementara pada 2013 lalu, Hotel Stanley mulai menjadi tuan rumah festival film horror yang kemudian menjadi dasar terbentuknya ide museum horror. (les/les)
, dimana sang ayah berubah gila dan mulai membunuhi penghuni hotel
serta anak-anaknya. Konon, Hotel
Stanley di Estes Park, Colorado, Amerika Serikat, menjadi inspirasi King untuk membuat novel yang kemudian difilmkan tersebut. Melansir laman Los Angeles Times, pekan lalu, telah diumumkan kontrak yang menjadikan Hotel
Stanley sebagai Stanley Film Center. Nantinya, fasilitas itu akan menjadi museum horor, auditorium, ruang pameran, juga panggung musik. Tentu saja bukan proyek murah menjadikan sebuah hotel
lawas sebagai pusat budaya. Diperkirakan proyek Hotel Stanley akan menghabiskan dana US$24 juta.ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hotel Stanley merupakan salah satu hotel bersejarah di area pegunungan Rocky. Dibangun pada 1909, hotel tersebut sudah kehilangan pamornya pada era 70an. Bahkan Hotel Stanley pernah punya gelar sebagai ‘hotel hantu’.
Hal itu lah yang kemudian menarik perhatian Stephen King yang kemudian menginap disitu dan melahirkan novel tersohornya, The Shining, pada tahun 1977.
Novel itu sontak mengembalikan kejayaan Hotel Stanley sekaligus mengokohkan landmark tersebut sebagai tempat berhantu.
Kini, Hotel Stanley menawarkan tur hantu pada para pengunjung dan setiap tahunnya, pada malam Halloween, mereka menggelar festival seram ‘3 Nights of Fright’. Sementara pada 2013 lalu, Hotel Stanley mulai menjadi tuan rumah festival film horror yang kemudian menjadi dasar terbentuknya ide museum horror. (les/les)