Chossy memilih tema Solometrik untuk koleksinya kali ini. Terinspirasi dari batik-batik khas Solo, Chossy menggandeng label butik Danar Hadi dalam menyajikan puluhan karya sang desainer. Dalam peragaan yang ditampilkan, Chossy tetap berusaha menggunakan motif-motif tradisional batik Solo seperti sido mukti, sido mulyo dengan kombinasi motif lain seperti parang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menambah unsur elegansi, Chossy bermain dengan hiasan kepala, seperti topi lebar dan bando beraksen ranting. Satu hal lain yang juga terkesan janggal adalah kehadiran motif mega mendung khas Cirebon yang mendadak terselip di antara ragam batik Solo.
Desainer gaek itu pun tak hanya menampilkan koleksi pakaian wanita, namun juga pria. Chossy memilih untuk membawa kemeja bermotif modifikasi sidoluhur dan bawahan motif kawung yang juga dimodifikasi.
"Awalnya pihak Danar Hadi sempat ragu karena saya ingin menggunakan seratus persen batik cap, namun saya berhasil meyakinkan Danar Hadi untuk melaksanakan ini karena Danar Hadi terkenal dengan motif batik tulisnya yang halus," kata Chossy.
Batik cap memiliki keunggulan dari segi biaya karena harganya yang lebih mudah dijangkau masyarakat awam ketimbang batik tulis. Namun, batik jenis ini memiliki kekurangan dari segi desain dan tampilannya yang monoton. (les/les)