Pakar: Manusia Urban Tak Sadar Diperalat Media Sosial

Tri Wahyuni | CNN Indonesia
Kamis, 05 Nov 2015 08:41 WIB
Masyarakat kota besar tanpa sadar menggunakan media sosial secara berlebihan. Imbasnya, mereka hidup demi media sosial. Ilustrasi media sosial facebook (Pixabay/LoboStudioHamburg)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kehadiran media sosial dapat membawa dampak positif dan negatif bagi para penggunanya. Ketika menggunakan dengan benar dan semestinya, media sosial akan memberikan dampak baik dan sebaliknya. 

Pakar Komunikasi Erwin Parengkuan mengatakan saat ini, banyak orang yang tidak menyadari kalau dirinya disetir media sosial. Hal ini terlihat dari adanya orang yang mengabaikan pekerjaan utamanya hanya untuk menunggu ‘like’ atau ‘love’ pada postingannya di media sosial.  

Mungkin Anda adalah salah satu orang yang melakukan hal tersebut. Mengunggah foto di Instagram dengan tujuan mendapatkan tanda love dari pengikut Anda di jejaring berbagi foto tersebut. Mengunggah foto hanya untuk mendapatkan pengakuan dari banyak orang karena Anda juga melakukan apa yang sedang digandrungi di luar sana. 

Erwin bercerita, ada seorang pengguna media sosial yang melakukan hal tersebut. Tapi, ia tak ingat betul dari mana pengguna media sosial itu berasal. Orang itu hidup dari Instagram-nya, dengan menjadi selebgram, alias Selebriti Instagram. Wajar saja, pengikutnya di Instagram mencapai lebih dari setengah juta orang. 

"Tiba-tiba dia mengumumkan untuk berhenti. Dia merasa hidupnya hanya memberikan suguhan kepada orang lain, dan apa yang ia lakukan selama ini disadari tidak punya makna buat hidupnya sendiri," kata Erwin saat ditemui usai acara  ‘Garnier Academy: Project 1 Week’ di Senayan, Jakarta, Rabu (4/11). "Saya mempunyai kehidupan yang palsu, saya jadi tidak real," ujar Erwin menirukan kata-kata orang itu yang ia tonton dalam sebuah video. 

Itulah salah satu bukti penggunaan sosial media yang terlalu berlebihan. Oleh sebab itu, Erwin menganjurkan agar menggunakan sosial media secukupnya saja. Tidak menjadikan dunia maya itu sebagai prioritas karena bagaimana pun kehidupan sejati ada di dunia nyata. 

Jika terlalu berlebihan menggunakan sosial media, akhirnya Anda akan diperalat oleh sosial media itu sendiri. Padahal seharusnya, Anda yang menjadikan sosial media sebuah alat untuk menunjang kehidupan Anda. 

Erwin menyarankan untuk menyaring apa yang akan Anda bagikan di media sosial. Apakah ada guna dan manfaatnya buat kehidupan Anda atau tidak. Bisa menunjang karier atau memperbaiki kehidupan Anda atau tidak. 

"Ikuti  orang-orang yang inspiratif yang bisa memprovokasi sehingga Anda mengikuti jejak mereka," kata Erwin. "Jangan cuma makan-makanan mahal seperti yang banyak dilakukan orang dan menyebarkannya di media sosial, karena Anda tidak akan mendapatkan apa-apa dari situ." (les/les)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER