Langkah Terakhir Rolene Strauss di Panggung Miss World

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Jumat, 18/12/2015 13:42 WIB
Langkah Terakhir Rolene Strauss di Panggung Miss World Miss World 2014 Rolene Strauss. (ANTARA/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari ini, satu tahun lalu, perempuan asal Afrika Selatan bernama Rolene Strauss, dimahkotai sebagai Miss World 2014. Namun, besok malam, titel sebagai Wanita Tercantik Sejagat itu harus dilepaskan dan diberikan pada sang pengganti.

Kendati sedih melepas gelar Miss World, Strauss mengatakan perjalanannya selama satu tahun terakhir adalah pengalaman yang mencerahkan dan tidak akan pernah terlupa.

“Saya hanya tinggal beberapa hari lagi menjadi Miss World, tapi memori saya justru kebalikannya,” kata Strauss, dikutip dari situs www.missworld.com.


Strauss menjelaskan, satu tahun terakhir bukan rentang kehidupan yang mudah dan mulus bagi dia. “Ada saat menyenangkan, ada juga yang berat. Ada yang mudah, ada yang sulit. Saya belajar dan mengajarkan sesuatu. Tapi saya bersyukur atas semua waktu itu,” ujar dia.

Salah satu hal yang paling disyukuri Strauss adalah kesempatan mengunjungi negara-negara yang tidak dia bayangkan sebelumnya dan bertemu banyak orang inspiratif.

“Itu membuka mata saya dan saya sadar, apapun titel yang saya pegang, siapapun kita di mata orang lain, kita tetap manusia. Punya kelemahan dan keterbatasan, tapi, kita juga punya kemampuan untuk membuat perubahan,” tutur wanita yang mewarisi mahkota Miss World dari Megan Young, Miss World 2013 asal Filipina.

Dari seluruh perjalanan yang dia lakukan, Strauss mengatakan, dia paling tersentuh dengan kunjungan ke India, Sri Lanka, Filipina dan Meksiko. “Saya punya kesempatan untuk melakukan banyak kegiatan amal. Melakukan perubahan kecil bagi dunia, tapi besar bagi orang-orang di sana,” ujarnya.

Ada satu gadis kecil yang merebut hati Strauss. “Dia gadis yatim piatu di Oaxaca, Meksiko. Dia bertanya, bisakah dia pulang bersama saya. Bagaimana Anda menjawab pertanyaan seperti itu?” kata dia.

Strauss mengatakan, di saat seperti itu, dia ingin punya kemampuan lebih sehingga bisa membantu dalam skala yang lebih besar lagi. “Seperti saat saya mengunjungi rumah sakit prematur di Shirpur, India. Itu membuat saya berpikir ulang mengenai tujuan hidup dan saya menemukannya di Miss World,” ungkap Strauss.

Dia juga berterimakasih pada Julia Morley yang memberi dia kesempatan melihat dunia dari sisi lain.

“Julia memberi saya dunia yang baru dan Megan (Young) adalah mentor terbaik yang bisa saya minta. Saya bisa mengirim pesan dan bertanya tentang apa saja, kapan saja, dimana saja. Saya harap, saya bisa menjadi mentor yang sama bagi penerus saya nanti,” tutur Strauss.

(les)