"TNI sebagai subpopulasi dari penduduk Indonesia yang tidak terlepas dari permasalahan, seperti kasus HIV/AIDS di lingkungan TNI. Ini menjadi perhatian serius," katanya saat membuka Peer Leader HIV/AIDS yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Lantamal IV/Tanjungpinang, di ibukota Kepulaua Riau, belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, lanjutnya, HIV/ AIDS masih merupakan masalah penting di bidang kesehatan masyarakat, karena jumlah kasus yang dilaporkan dari tahun ke tahun masih terus meningkat.
"Menurut laporan Dirjen P2PL Kemkes RI, hingga 31 Maret 2015 telah tercatat 179.775 kasus HIV/AIDS di Indonesia, dengan rincian HIV positif sebanyak 167.350 kasus dan AIDS sebanyak 66.855 kasus. Jumlah kasus sesungguhnya tentu lebih besar dari yang dilaporkan mengingat adanya fenomena gunung es," ujarnya.
Mencermati perkembangan tersebut, TNI AL dengan dukungan berbagai pihak telah melaksanakan upaya pencegahan secara intensif, pendeteksian kasus HIV/AID secara dini, dan peningkatan akses layanan perawatan.
Selain itu, TNI AL juga melakukan pengobatan, serta terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anggota TNI.
Pelatihan Peer Leader HIV/AIDS yang diikuti sebanyak 40 anggota TNI AL di Markas Lantamal IV Tanjungpinang hari ini merupakan bagian dari upaya penanggulangan HIV AIDS yang menggunakan pendekatan perubahan perilaku dan dilanjutkan dengan upaya penatalaksanaan penderita. (antara/les)