Pisa Cafe, antara Gelato, Pasta dan Musik

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Sabtu, 23/01/2016 14:25 WIB
Berbicara tentang salah satu bar dan kafe legendaris di Jakarta, ada satu lokasi yang wajib dikunjungi. Pisa Cafe namanya. Pisa Cafe masih menggunakan tungku pembakaran kuno untuk membuat pizza. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbicara tentang salah satu bar dan kafe legendaris di Jakarta, ada satu lokasi yang wajib dikunjungi. Pisa Cafe namanya.

Ada dua alasan utama untuk mengunjungi kafe yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tersebut. Pertama makanannya, kedua musiknya.

Banyak pengunjung mungkin juga berargumentasi, suasananya yang romantis dan lokasi di pusat kota merupakan alasan lain datang ke Pisa Cafe. Tapi, setelah duduk dan menikmati suasana kafe yang bertema pedesaan Italia itu, menu yang otentik jadi sasaran utama.


Gelato. Itulah cikal bakal berdirinya Pisa Cafe di Jakarta. Sang pemilik, jatuh cinta pada gelato, es krim khas Italia, saat dia berkunjung ke Negeri Menara Pisa itu.

"Pisa Kafe didirikan karena pemiliknya pergi ke Italia dan suka dengan es gelato, lalu dibawa ke sini," kata Glenndy, Marketing Coordinator Pisa Kafe saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, belum lama ini. "Lalu banyak yang minta menu yang lain, akhirnya dikembangkan menjadi restoran khas masakan Italia, tapi tetap es gelato masih menjadi ciri khas.”

Sejak berdiri pada 1993 hingga saat ini, lokasi Pisa Kafe tak pernah berubah begitu juga dengan rasa dari es gelato khas mereka. Dibuat dengan resep dan teknik yang masih asli berdasarkan pengalaman sang pemilik, gelato buatan Pisa Kafe masih jadi favorit pengunjung hingga kini.

Namun bukan cuma gelato yang masih dipertahankan tradisinya oleh Pisa Cafe. Resep makanan lain seperti pasta dan pizza juga dibuat dengan tata cara dan resep asli Italia pun, tetap dibuat dengan teknik yang sama. Kafe ini memiliki tungku api pemanggang pizza sendiri yang masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakarnya.

"Pernah chef kami mencoba dengan teknik yang lebih modern, ternyata rasanya tidak sama sehingga kami putuskan untuk tetap menggunakan resep dan teknik lama," kata Glenndy.

Tapi Pisa Kafe bukan hanya dikenal dengan tradisi resep Italia yang khas, melainkan juga dengan hiburan dari band pengisi yang ikut menjadi ciri khas bar ini. Sudah belasan tahun Pisa Kafe menampilkan berbagai band dan musisi yang menghibur pengunjung bukan hanya dengan lagu-lagu Top 40, tetapi juga dengan kualitas penampilan.

Suasana Pisa Cafe yang berlokasi di Jalan Teresia Menteng, Jakarta. Berdiri selama 22 tahun, Pisa Cafe merupakan salah satu kafe legendaris di Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Glenndy mengaku atraksi penampil di Pisa Kafe memang menjadi salah satu alasan pengunjung tetap datang. Bahkan, Pisa Kafe diakui Glenndy menjadi salah satu tempat mula musisi besar Indonesia lahir, seperti Ari Lasso dan Raisa.

Perubahan jaman bukan tak disadari kafe yang memiliki cabang di Tangerang, Semarang, Surabaya, dan Sulawesi Selatan ini. Glenndy pun mengaku mereka tetap membuat menu-menu baru sebagai inovasi yang akan ditawarkan kepada pengunjung.

Teknik kombinasi menu baru dengan menu serta tradisi lama ini ternyata manjur untuk tetap memboyong pengunjung datang ke Pisa Kafe. Setidaknya 12 ribu pengunjung tercatat mengunjungi kafe ini sepanjang 2015, dan jumlah tersebut terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kami bersyukur masih ramai serta pelanggan masih setia. Kami tidak terpikirkan untuk mengubah apapun yang sudah menjadi ciri khas kami," kata Glanndy.

"Tapi kami tetap akan menawarkan produk-produk baru, karena itu berpengaruh pada kedatangan pengunjung. Juga ditambah dengan penampilan band yang tepat, maka pengunjung akan kembali. Dan kami juga selalu mendengarkan penilaian dari pelanggan,” lanjutnya. (les/les)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK