Barongsai, Dari Panggung Tarian Hingga Aksi Jalanan

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 08/02/2016 11:25 WIB
Barongsai, Dari Panggung Tarian Hingga Aksi Jalanan Pengurus kelompok Barongsai yang sudah memenangi kejuaraan dunia menilai penggunaan Barongsai sebagai hiburan jalanan adalah aksi yang kebablasan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penampilan Barongsai yang tak lagi hanya muncul di saat-saat jelang Imlek, namun juga di hari biasa sebagai hiburan jalanan, ternyata dirasa cukup mengecewakan bagi pemain Barongsai seperti pengurus kelompok barongsai Kong Ha Hong, Jacky Sjarif.

"Sebenarnya dari dulu kami sudah mencoba merangkul, tapi sulit. Ini sudah kebablasan ketika semua orang bisa main Barongsai. Ini kan budaya leluhur, terus terang kami kecewa bila Barongsai dijadikan untuk ngamen," kata Jacky.

Jacky mengaku sudah berulang kali mengajak para 'pengamen barongsai' itu untuk bergabung dengan kelompoknya.


Hal itu dimintanya agar pemain Barongsai jalanan dapat bermain dengan cara yang baik dan benar tanpa merusak adat, dan juga melindungi sejarah barongsai itu sendiri.
Menurut Jacky, akan jadi timpang ketika ada tim Barongsai yang telah menjuarai kejuaraan Barongsai dunia tiga kali namun di sisi lain ada tim yang hanya menjadikan Barongsai sekadar alat mengamen, tanpa musik, tanpa teknik yang baik, dengan tujuan meminta uang.

"Kami tidak masalah selama masih dalam koridor budaya dan pakem-pakemnya. Karena bagi beberapa keturunan Tionghoa, Barongsai ini seperti didewakan. Ya karena maknanya sebagai pengusir kejahatan dan pelindung. Tapi kalau dijadikan alat mengamen, ya tidak sreg rasanya," tutur Jacky.

Dia pun mengatakan di luar negeri memang ada yang menggunakan Barongsai untuk mengamen.
Namun, mereka bermain di satu lokasi saja, tidak keliling jalanan. Jacky mengatakan, penggunaan Barongsai untuk komersil memang tidak masalah. Hanya saja, jangan sampai pakem budaya di dalamnya menghilang.

Di sisi lain, mengamen dengan Barongsai menjadi pilihan Herman. Pengamen Barongsai jalanan itu mengaku telah menjadikannya sebagai pekerjaan sejak dua tahun lalu.

"Barongsai kan seni, jadi saya pilih ini karena ingin berkesenian," kata Herman ketika berbincang singkat dengan CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

"Biasanya saya sendirian, tapi kalau ramai saya ada tim dan Imlek biasanya main di komplek perumahan. Tidak pernah ada yang protes juga saya mengamen Barongsai," ujarnya.


(meg/meg)