Posisi Tidur Pengaruhi Kesehatan Seseorang

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Jumat, 12/02/2016 15:07 WIB
Posisi Tidur Pengaruhi Kesehatan Seseorang ilustrasi tidur (Solovyova/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak orang mengabaikan berbagai posisi tidur mereka. Posisi tidur biasanya terjadi di luar kesadaran, akibatnya Anda mungkin tak tahu bagaimana posisi Anda saat tidur. Namun pernah berpikirkah Anda kalau posisi tidur bisa memengaruhi kesehatan Anda.

Kenyataannya, posisi tidur Anda sangat memengaruhi kesehatan. Mengutip Prevention, jika posisi tidur Anda tidak mendukung kemampuan untuk fungsi dan memulihkan diri, tubuh Anda akan tetap terasa pegal dan sakit semua. Tak peduli berapa lama Anda tidur.

Salah satu aspek penting dari posisi tidur adalah untuk menjaga integritas tulang belakang Anda. Anda pasti tahu bagaimana sumsum tulang belakang terhubung ke setiap organ utama dalam tubuh. Jika tulang belakang Anda terganggu dan ada 'informasi' yang penting terputus antara otak dan tubuh, maka Anda akan mengalami masalah kronis. Bagaimana posisi tidur yang bisa memengaruhi kesehatan?


1. Terlentang
Banyak ahli akan memberitahu Anda bahwa tidur terlentang adalah posisi ideal untuk tidur. Anda beberapa alasan mengapa ini bisa jadi benar. Alasan pertama, tulang belakang Anda berada dalam posisi terbaik.

Dalam posisi ini, Anda lebih sedikit mengalami risiko masalah pencernaan, misalnya refluks asam. Dan bagi orang yang gemar menggunakan kosmetik, tidur telentang bisa memungkinkan kulit wajah Anda untuk bernapas. Akibatnya Anda akan tidak akan punya risiko tinggi untuk berjerawat dan berkerut.

Namun, posisi ini punya kelemahan. Anda lebih punya kemungkinan untuk mendengkur dan sleep apnea. Penjelasan ilmiahnya, saat Anda bersandar pada tulang belakang, gaya gravitasi akan menghalangi pernapasan normal. Alasan lainnya, posisi tidur ini akan menyebabkan tenggorokan tertutup saat tidur.

2. Bayi
Dokter ahli perkembangan anak Dr Vaclav Vojta menyatakan bahwa tidur dengan posisi ini sebenarnya baik untuk pertumbuhan. Dalam penelitian selama 50 tahun, Dr Vojta mengidentifikasi bahwa ada titik-titik tekanan tertentu pada tubuh yang mengaktifkan program sistem saraf seperti saat Anda masih bayi.

3. Tidur di satu sisi
Kebanyakan orang mengaku bahwa mereka lebih suka tidur di salah satu sisi. Tidur di salah satu sisi, sebenarnya merupakan satu posisi di mana Anda bisa meniru posisi janin. Dan menurut penelitian, tidur di salah satu sisi ternyata bisa melindungi otak Anda.

Posisi tidur seperti ini ternyata bisa menjadi salah satu solusi cepat untuk bebas mendengkur. Ini juga bisa membantu meningkatkan kelancaran pernapasan, dibanding tidur telentang.

Tidur di satu sisi, khususnya di sisi kiri dilaporkan bisa membantu meringkankan masalah pencernaan, misalnya refluks asam atau mulas.

Sedangkan sisi negatifnya, posisi ini bisa menyebabkan mati rasa pada lengan dan jari. Hal ini bisa terjadi karena tidur terlalu lama di satu sisi bisa memotong aliran darah dan fungsi saraf.

Sisi negatifnya, dalam waktu lama Anda bisa mengalami mati rasa (chs/les)