Harapan Besar Bagi Natasha Manuela di Miss World 2016

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2016 19:06 WIB
Harapan Besar Bagi Natasha Manuela di Miss World 2016 Miss Indonesia 2016 terpilih Natasha Mannuela melambaikan tangan seusai menerima mahkota pada malam Final Miss Indonesia 2016 di Jakarta, Kamis (25/2). Finalis asal Bangka Belitung Natasha Mannuela terpilih menjadi Miss Indonesia 2016. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rabu malam (24/2) Natasha Manuela resmi menyandang gelar Miss Indonesia 2016 menggantikan Maria Harfanti. Dia mendapatkan mahkota dan selempang kehormatan tersebut di malam final Miss Indonesia 2016 yang digelar di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta.

Dengan disandangnya gelar tersebut, Natasha berarti resmi menjadi perwakilan Indonesia di ajang kontes kecantikan Ratu Sejagat, Miss World 2016 yang rencananya akan digelar di Madrid, Spanyol.

Chairwoman of Miss Indonesia Organization, Liliana Tanoesoedibjo, memiliki harapan besar pada Natasha. Apalagi tahun ini, Maria Harfanti sukses menjadi tiga besar di ajang Miss World 2015 yang digelar di Sanya, China.


Meskipun begitu, Liliana yakin Natasha bisa tampil maksimal, terlebih dara asal Bangka Belitung itu punya segudang potensi untuk bersinar di ajang Miss World. Hal yang sama juga diungkapkan Maria Harfanti.

"Saya tahu dia bisa tari balet dan main piano juga. Tingginya cukup, saya rasa Natasha punya potensi besar di Miss World," jelas Maria.

Miss Indonesia 2015 itu menekankan salah satu faktor penting dalam ajang kecantikan bertaraf Internasional tersebut adalah unjuk bakat.

"Bakat itu sangat penting di Miss World. Harapan saya buat Natasha, paling tidak bisa mempertahankan prestasi yang sudah ada," sebut dia.

Tidak hanya itu, fast track 'Beauty With A Purpose' juga memegang peranan besar. Indonesia, selama beberapa tahun terakhir, selalu sukses masuk 15 besar berkat program 'Beauty With A Purpose'.
Miss World 2015 Mirea Lalaguna (kiri) bersama Miss Indonesia 2015 Maria Harfanti (kanan) menyerahkan mahkota kepada Miss Indonesia 2016 Natasha Mannuela pada malam Final Miss Indonesia 2016 di Jakarta, Kamis (25/2). Natasha Mannuela dari daerah Bangka Belitung terpilih menjadi Miss Indonesia 2016. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Belum Percaya

Di sisi lain, Acha masih belum percaya terpilih jadi Miss Indonesia 2016. Gadis berusia 21 tahun itu menyebut kemenangannya di luar ekspektasi. Wanita 21 tahun ini benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya berhasil meraih gelar Miss Indonesia 2016, dan mengalahkan 33 finalis lainnya.

"Saya tidak menyangka, ini di luar ekspektasi, saya masih merasa kaget. Tapi, saya akan terus berusaha untuk mewakili Indonesia ke depannya," ungkapnya dalam jumpa pers seusai malam final Miss Indonesia 2016.

Meskipun begitu, Acha tidak menampik dia sempat mengalami kesulitan di masa karantina. “Ada masa dimana saya down, tetapi saya tetap berusaha yang terbaik, selalu memotivasi diri saya lebih lagi,” kata dia.

Kontroversi

Di luar kemenangan Acha di ajang Miss Indonesia 2016, kontes kecantikan itu sempat menuai kontroversi. Legislator yang juga Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengecam kontestan Miss Indonesia yang mengatasnamakan dan mewakili Aceh.

"Kami mengecam tindakan seorang peserta Miss Indonesia 2016 atas nama Flavia Celly Jatmiko yang dengan beraninya mengklaim mewakili Aceh," tegas Farid Nyak Umar di Banda Aceh, belum lama ini.

Menurut anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi PKS-Gerindra tersebut, tindakan kontestan yang mengatasnamakan Aceh tersebut telah melukai upaya penegakan Syariat Islam di Aceh.

Sebab, kata dia, mengikut kontes tersebut tidak mengenakan busana Muslimah. Apalagi, kontes tersebut identik dengan pakaian minim atau bikini yang tidak sesuai dengan Islam.

Farid Nyak Umar juga mengecam panitia penyelenggara Miss Indonesia 2016 yang telah secara sepihak memasukkan peserta atas nama Aceh. Sebab, ajang Miss Indonesia jelas-jelas bertentangan dengan penerapan Syariat Islam dan budaya lokal Aceh.

"Terhadap perempuan Aceh asli saja kami tidak sepakat untuk mengikuti kontes kecantikan tersebut. Apalagi terhadap orang yang notabene berada di luar Aceh lalu mengatasnamakan Aceh," papar Farid.

Selain itu, dia mendesak Pemerintah Aceh untuk dapat bersikap tegas terhadap persoalan ini. Sebab, masalah ini bukan kali pertama. Di mana, Aceh berulang kali kecolongan di ajang kontes kecantikan.

"Kami berharap di tahun mendatang, Pemerintah dapat melakukan upaya preventif, sehingga tidak ada orang yang secara sepihak mengklaim mewakili Aceh di ajang tersebut," sebut Farid. (ANTARA/les)