Mengantar Senja di Pantai Pasir Panjang Singkawang

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Selasa, 01/03/2016 17:53 WIB
Mengantar Senja di Pantai Pasir Panjang Singkawang Wisatawan lokal bermain di Pantai Pasir Panjang, Singkawang, Kalimantan Barat, Senin, 22 Februari 2016. Pantai Pasir Panjang berjarak 17 kilometer dari pusat kota Singkawang. Untuk memasuki kawasan ini, pengunjung harus membayar Rp 20 ribu. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ombak yang cukup besar memecah keriaan bocah-bocah di Pantai Pasir Panjang, Singkawang, sore itu. Berbalut ban yang melingkar di tubuh, mereka asyik menunggu terjangan ombak yang bersahutan.

Meski terlihat ketegangan di wajah mereka saat ombak yang ditunggu ternyata terlalu besar dan menenggelamkan badan mungil mereka, tetapi anak-anak itu tampak ketagihan.

Di tempat yang sama, di atas sebuah jembatan yang terbentang cukup panjang menuju lautan, para muda-mudi menikmati pantai dengan cara yang berbeda. Mereka sibuk berfoto dengan latar belakang lautan lepas dan matahari senja yang perlahan pulang.
Muda-mudi Singkawang menikmati sore hari dengan menyaksikan matahari tenggelam di Pantai Pasir Panjang. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Pada bagian ujung jembatan, seorang laki-laki paruh baya juga terlihat asyik menghitung waktu tenggelamnya matahari. Ia tidak bermain ombak atau berfoto, melainkan menunggu jorannya ditarik pemangsa dari dalam laut.


Memancing di Pantai Pasir Panjang sudah menjadi hobi buat Mulyadi. Saat kegiatan sehari-hari terasa membosankan, Ia pun langsung melangkahkan kaki menuju ujung jembatan pantai dan melempar umpan ke lautan.

"Biasanya sih ikannya banyak , dan pasti dapat," kata Mulyadi saat berbincang dengan CNNIndonesia.com. Namun sayangnya, sore itu tak ada ikan yang menyambar udang segar milik Mulyadi.

Padahal sudah sekitar satu jam ia memancing. Air pasang yang sudah berlangsung sejak awal Februari lalu, dianggap Mulyadi sebagai penyebabnya. Hal itu juga yang menyebabkan ombak di pantai terasa lebih besar dari biasanya.
Memancing di Pantai Pasir Panjang sudah menjadi hobi buat Mulyadi. Saat kegiatan sehari-hari terasa membosankan, ia pun langsung melangkahkan kaki menuju ujung jembatan pantai (CNN Indonesia/Safir Makki)
"Setiap bulan dua (Februari) airnya memang naik. Biasanya sih sampai bulan empat (April)," ujarnya.

Musim pasang itu juga disebut Mulyadi menyebabkan air laut di sekitar pantai menjadi keruh. Padahal tak berapa jauh dari pantai, warna laut terlihat biru jernih.

"Nanti kalau Bulan April juga kembali lagi warnanya, jadi biru," kata Mulyadi.

Terlepas dari warna air laut yang keruh, sebenarnya pemandangan di Pantai Pasir Panjang cukup memanjakan mata. Di sebelah barat daya tempat Mulyadi memancing, terlihat sebuah pulau berbukit, yang menjadi tempat matahari bersembunyi sebelum terbenam.

Pantai Pasir Panjang yang menghadap ke barat ini memang menjadi destinasi yang tepat untuk menyaksikan matahari tenggelam. Searah dengan pemandangan matahari terbenam, ada pemandangan unik yang bisa dilihat dari Pantai Pasir Panjang. Menjelang Cap Go Meh, selalu ada naga yang 'dilepas' ke laut.
Liong (Naga) yang biasa digunakan dalam tarian Barongsai terlihat terapung di atas laut Pantai Pasir Panjang, Singkawang, usai perayaan Cap Go Meh 2016. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Hanya saja, naga tersebut adalah naga tiruan yang biasa digunakan untuk mengiringi permainan barongsai. Berada di Singkawang, dengan Budaya Tionghoa yang masih kental, membuat Pantai Pasir Panjang juga 'kecipratan' pernak-pernik perayaan tradisi China.

"Itu sudah ada sejak seminggu sebelum Cap Go Meh. Panitia sengaja menaruh di sana," tunjuk Mulyadi ke arah naga yang meliukan tubuhnya di atas air.

Naga tersebut terlihat terombang ambing oleh angin ombak laut China Selatan. Seperti hidup, namun tidak beranjak ke mana-mana. Ada jangkar yang memaksa tetap berada di tempatnya, sekuat apapun ombak menerjang.

Pantai Pasir Panjang terletak di Jalan Raya Sedau, sekitar 20 kilometer dari pusat kota Singkawang, Kalimantan Barat. Menuju pantai ini, wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi dengan waktu 30 menit.

Pantai ini berada di satu komplek wisata yang diberi nama Taman Pasir Panjang Indah. Untuk bisa masuk ke kawasan wisata ini pengunjung dikenakan tarif masuk Rp20 ribu. Banyak juga kedai makanan dan toko souvenir di sepanjang pantai. Begitupun dengan penginapan. Dari kejauhan terlihat juga jasa permainan yang ditawarkan masyarakat setempat seperti paralayang.

Walaupun disebut taman dan menawarkan banyak pilihan hiburan, sayangnya Taman Pasir Panjang Indah terlihat gersang. Di beberapa bagian, masih banyak tanah kosong yang dibiarkan begitu saja dengan tumbuhan yang tidak terawat dengan baik. (meg/meg)